PMII DIY Tekankan Kaderisasi Adaptif, Komunikasi Jadi Kunci Menjawab Tantangan Generasi Z
NU Online Ā· Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Pesert Workshop Kaderisasi bertema Reformulasi Kaderisasi: Membangun Strategi Kaderisasi yang Adaptif dan Transformatif di Omah PMII DIY, pada Senin (3/8/2026) (Foto: PMII DIY)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop Kaderisasi bertema Reformulasi Kaderisasi: Membangun Strategi Kaderisasi yang Adaptif dan Transformatif di Omah PMII DIY, pada Senin (3/8/2026).
Ketua PC PMII DIY Muh. Faisal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari pembacaan terhadap dinamika generasi muda (generasi Z) dan tantangan kaderisasi yang terus berubah.
Ia menekankan bahwa organisasi mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pola rekrutmen konvensional, tetapi perlu membangun pendekatan yang lebih adaptif melalui komunikasi mendalam.
āSeperti pola rekrutmen PC PMII DIY dimulai dari pemetaan potensi kampus dan basis kader, dilanjutkan dengan strategi komunikasi yang sesuai karakter mahasiswa di setiap kampus, kemudian rekrutmen melalui Pelatihan Kader Dasar (PKD), dan diakhiri dengan pembinaan berkelanjutan melalui mentoring serta penguatan kapasitas kader,ā ujarnya kepada NU Online, Selasa (4/8/2026).
Faisal menegaskan bahwa DIY sebagai kota pelajar harus tetap menjaga tradisi pengetahuan sekaligus melahirkan kader yang kritis dan berpihak kepada masyarakat.
āSebagai kota pelajar, kami ingin menghadirkan rekrutmen yang tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi melahirkan kader yang kritis, berintegritas, dan memiliki keberpihakan kepada masyarakat,ā katanya.
Workshop menghadirkan tiga narasumber yang membahas siklus kaderisasi secara utuh. Narasumber pertama, Rika Lusri Virga mengangkat tema Engage, Connect, Recruit yang menyoroti pentingnya membangun kedekatan emosional dengan Generasi Z.
āGenerasi Z memiliki pola komunikasi, cara berpikir, dan cara berorganisasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya, ini menjadi kunci menjawab tantangan Generasi Z untuk saat ini,ā ujar Faisal.
Narasumber kedua, M. Irfan Agus membahas strategi branding organisasi di era digital agar PMII mampu membangun kepercayaan publik dan menjadikan media sosial sebagai instrumen kaderisasi.
āMedia sosial harus menjadi instrumen kaderisasi, edukasi, dan konsolidasi, bukan hanya ruang publikasi kegiatan,ā katanya.
Sementara, narasumber ketiga, Muhammad Rafli Ilham menekankan pentingnya sistem mentoring, evaluasi, serta ruang aktualisasi kader agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan.
āDiperlukan sistem mentoring, evaluasi, distribusi kader sesuai minat dan kapasitas, hingga penciptaan ruang aktualisasi agar kader terus berkembang,ā imbuh Faisal.
Senada, Ketua Biro Kaderisasi PC PMII DIY, Supra menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digagas menjelang momentum penerimaan mahasiswa baru.
āMelalui workshop ini kami ingin menghadirkan formulasi kaderisasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar PMII. Harapannya, setiap komisariat memiliki strategi rekrutmen yang efektif serta mampu membangun proses kaderisasi yang berkelanjutan,ā ujarnya.
Terpopuler
1
Pengumuman 50 Mahasantri Ma'had Aly Penerima Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35
2
Warga NU Bekasi Raya Padati Kajian Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari
3
Unusia Buka Beasiswa Cahaya Pintar untuk Program Sarjana dan Magister
4
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami?
5
Menembus Pelosok Ende, Relawan NU Peduli Salurkan Bantuan untuk 168 KK yang Masih Bertahan di Tenda
6
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS Ketenagakerjaan, Apakah Jadi Harta Warisan?
Terkini
Lihat Semua