Siswa SMP pun Perihatin Pembantaian Muslim Rohingya
NU Online · Jumat, 10 Agustus 2012 | 02:29 WIB
Pandegelang, NU Online
Pembantai terhadap warga muslim Rohingya ternyata juga dirasakan oleh siswa SMPIT Irsyadul Ibad Pandeglang, Banten. Puluhan siswa sengaja melakukan aksi peduli yang terintimidasi oleh negaranya di Myanmar. <>
Aksi ini dimulai dari depan Masjid Agung Pandeglang hingga ke Alun-alun Pandeglang, Kamis (9/8) kemarin, dilanjutkan di alun-alun. Para pelajar ini berorasi dan mengumpulkan dana untuk kaum muslim Rohingya.
Korlap aksi untuk muslim Rohingya, Andre mengatakan, umat muslim di negara Burma ini memang merupakan kelompok minoritas. Namun keberadaan muslim Rohingya ini sudah berlangsung beberapa generasi.
“Ada lebih dari 30.000 yang tinggal dipengungsian. Kemudian ada lebih dari 5.000 rumah yang terbakar dan 6.000 lainnya tertindas. Lantas, dimana kepedulian umat,” kata dia.
Nah, untuk memupuk kepedulian dan solidaritas terhadap umat muslim Rohingya. SMPIT Irsyadul Ibad mencoba menggalang dana di Alun-alun Pandeglang. Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan bekerja sama dengan sejumlah sekolah lain yang ada di Pandeglang.
Menurut dia, aksi ini dimaksudkan untuk memupuk rasa solidaritas sesama muslim. Serta menyadarkan kepada anak sekolah untuk berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuannya.
Berdasarkan pantauan, siswa SMPIT ini berada di perempatan lampu merah di Alun-alun Pandeglang. Kemudian, mereka membawa kardus untuk meminta sumbangan kepada para pengendara motor maupun pengemudi mobil yang melintas.
Beberapa siswa lain, terlihat juga membagikan selebaran yang berisikan tulisan tentang muslim Rohingya yang tertindas di negaranya sendiri. Selain itu, siswa juga berteriak agar ada kepedulian terhadap muslim Rohingya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Chandra Zaini
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
5
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua