Daerah

STAIBN Slawi Gelar In House Training Kompetensi Guru

NU Online  ·  Senin, 9 Januari 2012 | 01:24 WIB

Slawi, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Slawi kabupaten Tegal Jawa Tengah mengadakan In House Training dengan Tema “Kompetensi Guru Perspektif Teknologi Pendidikan“ pada Ahad (08/01/2012)  bertempat di Lt 2 Kampus Baru STAIBN Jalan Jeruk No 09 Slawi Kabupaten Tegal Jawa Tengah

Hadi Mulyanto, salah satu panitia menjelaskan  penyelenggaraan kegiatan ini diperuntukkan bagi lembaga STAIBN agar dapat membantu dalam penilaian akreditasi untuk tahun-tahun ke depan. <>

Kegiatan ini juga diperuntukkan bagi mahasiswa jurusan Tarbiyah Program Guru Pendidikan Agama Islam (PG PAI) semester akhir, baik kelas transfer maupun kelas reguler agar mereka bisa mengerti secara terpadu aturan-aturan dunia keguruan terkini.
 
Training ini diikuti 194 peserta yang sebagian berasal dari luar kota seperti Pemalang, Bumiayu, Kota Tegal, dan Brebes. ”Training ini untuk menambah cakrawala ilmu pengetahuan dan wawasan  peserta dan mahasiswa agar tahu persis seluk beluk dunia pendidikan karena para peserta nantinya merupakan kandidat guru yang semestinya harus memahami dan menguasai ilmu pendidikan keguruan,” Hadi Mulyanto.

Narasumber yang hadir diantaranya pakar pendidikan. Bambang Hermanto, MSi, yang menyampaikan materi “Kompetensi Guru Perspektif  Teknologi Pendidikan “. Menurut Bambang, sesuai dengan Permeneg PAN dan RB No.16 Tahun 2009, guru profesional harus memiliki 4 kompetensi yaitu Pedagogik, Kepribadian, Sosial dan Profesional.

Lebih lanjut dikatakan Bambang bahwa di tahun 2013 nanti seorang lulusan sarjana baik lulusan sarjana non keguruan/non pendidikan maupun dari lulusan sarjana keguruan/ pendidikan itu sendiri ketika mau mendaftarkan dirinya menjadi guru lewat jalur CPNS maka sebagai tindak lanjut dari implementasi Permeneg PAN dan RB No.16 Tahun 2009 maka calon guru tersebut harus menyertakan sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang mana sertifikat tersebut didapat biasanya ditempuh selama 2 semester atau 1 tahun.

Pada tahun 2014 diperkirakan banyak guru yang di-TU-kan artinya karena banyak yang tidak sesuai dengan kompetensinya sehingga kemungkinan besar guru-guru yang sudah mengajar lama akan di tempatkan pada posisi struktural atau administrasi. 

Sri Naisah, salah satu peserta mengungkapkan, bahwa kegiatan ini sangat berkesan karena dirinya yang setiap hari bekerja jadi Guru SD di SD N Pangkah 03 Tegal ini menjadi paham penambahan peraturan terbaru tentang guru yang mana informasi ini jarang saya peroleh.

Lain pula dengan Siswanto, lelaki yang setiap harinya bekerja jadi Guru SD di kabupaten Pemalang. Baginya kegiatan ini adalah berarti sekali karena dirinya baru tahu kalau ke depan seorang yang ingin mendaftarkan CPNS formasi guru harus ada sertifikat PPG.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hadi Mulyono

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang