Tegal, NU Online
Taman Pendidikan Quran (TPQ) Sabiilul Mubtadiin, yang berlokasi di Jalan Nanas Gang 23 Nomor 13 RT 2 RW 7 Kraton Tegal Barat, Jumat (3/2) menggelar pawai taaruf.
Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang sudah dihelat kali kesebelas. Sekitar pukul 15.00, sejumlah anak nampak berkumpul di halaman TPQ Sabiilul Mubtadiin. Mereka mengenakan baju seragam kebesaran salah satu TPQ terbesar di Kota Tegal ini.
<>
Ratusan anak berbaris seperti layaknya tentara yang akan berangkat perang. Di depan barisan grup drum band dari MTs Negeri Margadana, dan grup calung SDN Kraton 3 menunjukkan kepiawaiannya memainkan alat masing-masing. Mayoret pun beraksi sambil memandu para angootanya memainkan musik.
Suasana meriah sangat terasa. Barisan pawai taaruf berjalan mulai dari Jalan Nanas menuju ke jalan Asem Tiga, dilanjutkan ke jalan Jeruk dan kembali ke garis start. Untungnya cukup cukup sejuk bahkan gerimis sekali-sekali turun, namun peserta pawai seakan tak peduli dan tetap semangat.
Menurut Kepala TPQ Sabiilul Mubtadiin, Ustadz Junaedi Abdillah, pawai taaruf digelar setiap tahun. Sejak kali pertama dilangsungkan tahun 2001, pawai ini adalah kali kesebelas dilaksanakan. Kegiatan dihelat dalam rangka Khotmil Quran santriwan dan santriwati.
Tahun ini terdapat 33 santri yang khotmil, dan diarak keliling dalam pawai taaruf. Mereka berusia 5 tahun sampai 13 tahunan. "Sebelum khotmil, para santri harus melalui beberapa ujian. Diantaranya ujian pra lembaga, pra Imtihan Akhir Santri (IMTAS) kecamatan dan IMTAS cabang."
Dia menambahkan, peserta yang mengikuti pawai taaruf sebanyak 526 santriwan dan santriwati. Tak ketinggalan anggota grup drum band dari MTs Negeri Margadana serta grup calung SDN Kraton 3.
Sementara Pengasuh TPQ Sabiilul Mubtadiin, Ustadz Masyhudan mengungkapkan, hari ini (kemarin) adalah pawai taarufnya. Sedangkan untuk khotmil dilaksanakan Ahad (5/2). Sebagai simbol bahwa para santri lulus akan diberikan ijazah. "Di sini aturannya bukan seperti wisuda. Sehingga hampir diberikan pada saat pelaksanaan pawai taaruf," ujarnya.
Pada waktu khotmil, para santri diuji kembali. Namun tidak mempengaruhi kelulusan. Hal itu dilakukan untuk menguji mental para santri. Dijelaskan, khotmil tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding sebelumnya. Tahun 2011 lalu santri yang khotmil 51 anak, sedang tahun ini sejumlah 33 santri. "Alhamdulillah di TPQ ini selalu meluluskan santrinya 100 persen," pungkasnya
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua