Donald Trump Pertimbangkan Tutup Sejumlah Masjid di AS
NU Online · Selasa, 17 November 2015 | 12:30 WIB
Washington, NU Online
Bakal calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan, Senin, Amerika Serikat harus "benar-benar melakukan pertimbangan" untuk menutup sejumlah masjid sebagai bagian dari upaya mencegah serangan garis keras di negara itu. <>
"Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid itu, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu," kata Trump kepada stasiun televisi MSNBC setelah serangan maut pada Jumat di Paris menewaskan setidaknya 129 orang.Â
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan, Senin, masjid-masjid dan kelompol radikal yang menyerang nilai-nilai negaranya harus ditutup.Â
MSNBC melemparkan pertanyaan kepada Trump, apakah ia akan melakukan hal yang sama di Amerika Serikat jika dirinya terpilih sebagai presiden.Â
"Saya tidak akan suka melakukannya, tapi ini sesuatu yang perlu benar-benar kita pertimbangkan," tambahnya.Â
"Karena beberapa ide dan kebencian datang dari tempat-tempat ini."
Trump, yang memimpin persaingan dalam pencalonan presiden 2016 dari Partai Republik, menunjuk pada "pengawasan sangat baik" yang dilakukan pemerintahan negara bagian New York sebelumnya terhadap tempat-tempat ibadah kaum Muslim, terutama setelah terjadinya serangan 11 September 2001. Ia menganggap pengawasan seperti itu harus dilanjutkan.Â
Sebagian besar pesaing Trump di Partai Republik belum mengusulkan agar masjid-masjid ditutup. Namun pasca serangan Paris, banyak di antara mereka, dengan alasan keamanan, menentang Amerika Serikat untuk mengizinkan para pengungsi Suriah masuk ke AS. Demikian laporan AFP. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua