Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon Ingatkan Indonesia Jaga Persatuan
NU Online · Kamis, 24 Maret 2016 | 15:00 WIB
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis (24/3) petang, menerima kunjungan ulama asal Lebanon, Syekh Abdul Nasser Jabri bersama rombongan di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.
Syekh Abdul Nasser merupakan sekjen Harakatul Ummah (gerakan bangsa), sebuah organisasi berhaluan Sunni di Lebanon; serta rektor Universitas Kulliyatud Da‘wah Lebanon. Silaturahimnya ke NU kali ini disambut Wakil Ketua Umum PBNU H Maksum Mahfoed, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan beberapa civitas akademika UNU Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Syekh Abdul Nasser berharap Indonesia tetap dalam kondisi aman, tidak seperti Timur Tengah yang sedang dilanda konflik antarsaudara. Ia mengingatkan Indonesia untuk senantiasa menjaga tali ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan.
Ulama kelahiran Beirut 1958 ini juga berpesan Muslim Indonesia agar tidak menganggap remeh perpecahan seberapa pun kecilnya, karena bila membesar akan sukar dikendalikan.
Sementara Maksum Mahfoed mengatakan, banyak para pelajar NU yang kini belajar di Timur Tengah. Para mahasiswa itu diharapkan, sepulangnya ke Indonesia dapat mengontekstualisasikan apa yang mereka pelajari di Tanah Air, dan tidak membawa nafsu berperang ke Indonesia.
PBNU, katanya, prihatin dengan penderitaan umat Islam di Timur Tengah. Karenanya, PBNU mendukung kaum Muslim berjuang membangun kekuatan agar tak bisa dihancurkan baik dari dalam maupun dari luar.
Sebelum meninggalkan gedung PBNU, Syekh Abdul Nasser bersama rombongan menyempatkan berkunjung ke kantor redaksi NU Online yang terletak di Lantai 5. Kunjungan singkat tersebut diisi dengan pengenalan situs resmi NU secara ringkas dan berfoto bersama. (Red: Mahbib)
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
3
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
4
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
5
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua