Menlu AS Nilai Pelarangan Muslim ke AS Bertentangan dengan Nilai Hakiki Amerika
NU Online · Selasa, 15 Desember 2015 | 17:01 WIB
Washington, NU Online
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, Minggu waktu setempat, mengecam hartawan Donald Trump. Pernyataan Trum yang calon utama Partai Republiken itu, melarang muslim memasuki Amerika Serikat, membahayakan keamanan nasional negara itu.Â
<>
"Melarang mereka secara terang-terangan, karena mereka memeluk agama tertentu? Itu benar-benar berlawanan dengan nilai hakiki negara kita, yang dibangun atas dasar tenggang rasa," kata Kerry, Â kepada media.
Trump meminta pelarangan sementara atas muslim pada awal pekan lalu setelah suami-istri Muslim menewaskan 14 orang dalam penembakan di Kalifornia, yang disebut sebagai ulah "terorisme".
Usul hartawan perumahan itu menyulut tanggapan panas baik dari dalam Amerika Serikat maupun dari luar negeri.
Kerry menyatakan permintaan Trump itu membahayakan keamanan nasional karena memperlihatkan kepribadian salah warga Amerika Serikat, yang bersaing untuk merebut kursi tertinggi, tentang keinginan melakukan pembedaan terhadap kepercayaan.
Saat berkomentar kepada media lain, Kerry menyebut usul Trump itu kebijakan luar negeri berbahaya.
"Itu berkata kepada mereka yang beragama Islam yang mencoba memanfaatkan orang-orang dan merekrut petarung asing dan sebaliknya, itu mengatakan lihatlah, lihatlah Amerika. Di sini mereka mendapati seseorang yang ingin menjadi presiden yang menyatakan perang melawan Islam," kata Kerry.
"Itu dapat dieksploitasi, apakah dia sengaja ataupun tidak. Dan itu memungkinkan rekrutmen. Itu memungkinkan Amerika terlihat seperti mereka benar-benar melakukan diskriminasi terhadap Islam, terhadap para muslim," tambahnya.
Kepala diplomat Amerika Serikat itu terlihat di televisi sehari setelah para duta dari 195 negara menyetujui perjanjian bersejarah di Paris untuk mengatasi pemanasan global.
Kerry mengatakan, sudah jelas dari apa yang dia dapatkan dari diplomat lain di Paris, komentar anti muslim milik Trump membahayakan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
"Saya rasa itu memiliki penurunan besar terkait dengan kebijakan luar negeri Amerika dan saya mendengar hal ini dari para menteri luar negeri dan pihak lain saat saya berkunjung dan bertemu dengan orang-orang di berbagai negara," katanya. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua