Parlemen Yunani Seru Pemerintah Akui Negara Palestina
NU Online · Kamis, 24 Desember 2015 | 23:01 WIB
Athena, NU Online
Parlemen Yunani pada Selasa menyetujui sebuah resolusi yang menyeru pemerintah mengakui negara Palestina tetapi Perdana Menteri Alexis Tspiras mengatakan bahwa Athena akan menilai kapan waktunya yang tepat untuk membuat keputusan resmi.<>
Dalam sidang khusus yang dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas yang sedang berkunjung ke Yunani, semua partai di parlemen memberikan suara mendukung langkah tersebut, kata Ketua Parlemen Nikos Voutsis, lapor AFP.
Pemerintah Yunani didesak untuk "memajukan prosedur-prosedur tepat bagi pengakuan sebuah negara Palestina dan tiap usaha diplomatik untuk dimulainya kembali pembicaraan perdamaian" di kawasan itu, kata Voutsis.
Presiden Abbas mengatakan ia bangga berada di parlemen Yunani, dengan menyebutnya "Perlindungan Demokrasi", dan berterima kasih kepada para anggota parlemen untuk memberikan suaranya yang ia katakan akan "menyumbang kepada terciptanya sebuah negara Palestina".
Wakil Ketua Parlemen Tassos Kourakis juga menyebut resolusi itu "sebuah langkah penting" menuju pengakuan sebuah negara Palestina.
Tsipras mengumumkan pada Senin setelah pembicaraan dengan Abbas bahwa Yunani tidak akan lagi merujuk pada dokumen-dokumen resmi kepada Otoritas Palestina tetapi lebih kepada Palestina.
Otoritas Palestina mencatat lebih 130 negara mengakui Palestina sebagai sebuah negara walaupun jumlah itu diperdebatkan dan beberapa pengakuan oleh negara-negara yang sekarang jadi anggota Uni Eropa pada saat itu masih di era Soviet.
Sembilan negara EU -- Republik Ceko, Slowakia, Hungaria, Polandia, Bulgaria, Romania, Malta, Siprus dan Swedia -- sejauh ini mengakui Palestina.
Tapi negara-negara utama anggota EU masih belum membuat keputusan tentang pengakuannya.
Israel menanggapi resolusi Yunani itu dengan menyatakan bahwa usaha-usaha "sepihak" Palestina untuk memperoleh pengakuan tak berarti.
"Pihak Palestina dan Abu Mazen terus memilih jalan sepihak untuk memperoleh pengakuan yang tak memiliki arti," kata Deputi Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely, menggunakan nama lain dari Abbas.
"Daripada menghentikan gerakan memicu dan mendanai teror, Abu Mazen mengikuti jalan cacat yang akan mengarahkannya tak kemana-mana."
Athena telah menjalin hubungan lebih erat dengan Israel beberapa tahun terakhir, khususnya di sektor energi, sementara mempertahankan hubungan baiknya yang telah dijalin lama dengan pihak Palestina.
Tsipras melawat ke kawasan itu bulan lalu ketika ia bertemu baik dengan Abbas maupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurut dia, kunjungan Abbas ke Yunani mengisyaratkan "penguatan" hubungan historis yang telah lama dijalin kedua pihak. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua