Turki Dirikan Museum Khusus Sejarah Hidup Rasulullah
NU Online · Rabu, 15 Mei 2013 | 00:03 WIB
Kairo, NU Online
Lembaga Wakaf Sejarah di Turki telah memulai pembangunan museum yang terbilang unik dan pertama kali di dunia, yaitu "Museum Hayat Nabi" yang secara khusus mengetengahkan potret sejarah hidup Rasulullah. Demikian dilansir kantor berita Dunyabulteni (11/5).<>
Kepala Dewan Wakaf Mehmet Kaya mengatakan, museum yang didirikan oleh lembaganya itu akan memamerkan beberapa peninggalan Nabi Muhammad sekaligus memamerkan beberapa replika yang berkaitan dengan sejarah hidup beliau, seperti rumah Rasulullah, kamar, pakaian, alat-alat dan perabotan yang dipakainya, piring, mangkuk dan gelas, termasuk replika Gua Hira, Ka'bah, Masjid Quba dan Masjid Nabawi.
"Setiap pengunjung museum ini akan mendapatkan kesan dan gambaran lebih dekat dengan kehidupan Rasulullah," demikian kata Kaya.
Museum yang dibangun di atas lahan seluas 3500 meter persegi di kawasan Eyyup, Istanbul itu direncanakan rampung pada tahun 2016 mendatang. Dipilihnya kawasan Eyyup (Ayyub) sebagai tempat berdirinya Museum Hayat Rasulullah itu atas pertimbangan bahwa di kawasan tersebut terdapat makam dan masjid salah satu sabahat dekat Rasulullah, yaitu Abu Ayyub al-Anshari.
Dalam lima tahun belakang, Turki banyak membangun museum-museum yang berkaitan dengan sejarah dan peradaban Islam. Setidaknya, sudah ada tiga museum terkait yang sudah jadi dan sukses menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya, yaitu Museum Seni dan Peradaban Islam, Museum Panorama Penakulkan Konstaninopel oleh Pasukan Turki Utsmani tahun 1453, dan Museum Kaligrafi Islam.
Penulis: Ahmad Ginanjar Sya’ban
Terpopuler
1
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
2
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
5
Khutbah Jumat: Hemat di Era Digital, Teladan Kesederhanaan Rasulullah
6
PBNU Segera Alihkan Saham Perusahaan Pengelola Tambang kepada Perkumpulan NU
Terkini
Lihat Semua