18 Ribu Hektar Lahan Masih Terbakar di 6 Provinsi Prioritas, Kalteng Terluas
NU Online · Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Tangkapan layar Plt Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan Info Bencana Terkini, Kamis (22/10/2026)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas masih mencakup area seluas 18.421 hektare. Dari jumlah tersebut, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 7.938 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan bahwa data tersebut merupakan perkembangan penanganan karhutla hingga Kamis (22/10/2026) pukul 17.00 WIB.
Baca Juga
Doa-Doa agar Selamat dari Kebakaran
Di Pulau Kalimantan, luas lahan yang ditangani mencapai 11.202 hektare. Rinciannya, Kalimantan Tengah seluas 7.938 hektare, Kalimantan Selatan 1.974 hektare, dan Kalimantan Barat 1.290 hektare.
“Sehingga totalnya tadi kami sampaikan 11.202 hektar untuk tiga provinsi tersebut,” ujar Berton dalam acara Info Bencana Terkini pada Kamis (22/10/2026), yang digelar secara daring.
Ia mengatakan penanganan karhutla di Kalimantan Barat mulai berkurang seiring dengan menyusutnya lokasi kebakaran.
“Namun demikian kami tetap akan mengupayakan apabila memang ada bibit-bibit air di mana kami sudah menyampaikan 1800 NACL untuk dua sorti tersebut terutama di Ketapang dan Kayong Utara. Karena memang di dua kabupaten ini kami tahu hujan alamiah hampir belum terjadi,” katanya.
Sementara itu, di Pulau Sumatra, luas lahan yang ditangani di Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan mencapai 7.219 hektare. Sumatra Selatan mencatat luasan terbesar, yakni 5.194 hektare, disusul Jambi seluas 2.025 hektare. Sementara itu, BNPB tidak menerima laporan penanganan terbaru dari Riau.
“Walaupun di Riau tidak ada penanganan, tapi tim tetap ada di ground sehingga siap sedia setiap saat ketika memang ada hal-hal yang perlu dipadamkan atau ketika kita minta bertugas di daerah lain,” kata Berton.
Dengan demikian, total luas lahan yang ditangani di enam provinsi prioritas tersebut mencapai 18.421 hektare, terdiri atas 11.202 hektare di Kalimantan dan 7.219 hektare di Sumatera.
Berton menjelaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui dua strategi, yakni melalui satuan tugas darat dan udara. Namun, modifikasi cuaca maupun pengeboman air (water bombing) di Jambi belum dapat dilakukan karena pertumbuhan awan kurang mendukung.
“Di Jambi kami tidak bisa melaksanakan modifikasi cuaca ataupun bombing karena pertumbuhan awan kurang mendukung ke arah sana,” pungkasnya.
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
Khutbah Jumat: 6 Teladan Nabi Yahya bagi Generasi Muda
3
Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa
4
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
5
Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup
6
Karhutla Belum Reda, Rais Aam PBNU Ajak Masyarakat Terus Berdoa agar Musibah Segera Berakhir
Terkini
Lihat Semua