Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah mengatakan, dalam rangka memperingati hari anak nasional tahun ini, KPAI memiliki tagline anak Indonesia bergembira. Pada usianya kenapa harus bergembira?
“Anak Indonesia bergembira ini dibuat untuk program bersama KPPA karena berbagai macam masalah perlindungan anak menghadirkan situasi mecekam bagi anak saat ini seperti diakibatkan situasi politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa semacam itu, anak mendapat pengaruhnya,” katanya kepada NU Online, di Jakarta, Selasa (23/7).
Menurut dia, masa kanak-kanak Indonesia harus bergembira karena hal itu sangat berpengaruh bagi masa dewasanya. Kegimbaraan seorang anak, akan berpengaruh pada tumbuhkembangnya seorang anak baik secara fisik maupun psikis.
“Seorang anak yang hidup dalam lingkungan kekerasan dan broken home misalnya dimungkinkan akan tumbuh menjadi anak yang introvert di masa dewasanya atau ia menjadi duplikasi dari kehidupan yang dialaminya itu,” jelasnya.
Namun, menurut dia, menggembirakan anak juga bukan berarti menuruti segala kemauannya, misalnya dengan memanjakannya. Orang tua yang memanjakan anak, secara psikologis juga tidak baik.
“Bagi KPAI pengasuhan masa kecil secara proposrisonal adalah hulu dalam kehidupan masa depan anak,” tegasnya.
Menurut dia, jika pengasuhan anak tidak proporsional akan berpengaruh bukan hanya terhadap dirinya, tetapi secara lebih luas berdampak kepada bangsa ini sebab merekalah yang akan mengisinya.
Lebih lanjut, menurut Ai, Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana jumlah angkatan kerja produktif lebih banyak daripada yang tidak. Hal itu tak diiringi dengan kemampuan angkatan kerjanya, bukan menjadi berkah, melainkan menjadi bumerang.
“Dulu kita masih punya ladang yang luas, dalam 30 tahun mendatang, apakah itu akan bertahan? Dulu dan sekarang masih ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak, sementara saat nanti tenaga kerja manusia akan banyak digantikan mesin. Perushaan desain saat ini, misalnya nyaris tidak kita lihat di mana kantornya, semua menggunakan teknologi, semuanya virtual. Itu artinya ada banyak sumber daya tidak diperluakan karena beralih ke dunia digital,” jelasnya. (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
2
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
3
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
4
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
5
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
6
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
Terkini
Lihat Semua