Nasional

Banjir Meluas di Aceh dan Sumatra Utara, BNPB Ingatkan Potensi Bencana Susulan

NU Online  ·  Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Banjir Meluas di Aceh dan Sumatra Utara, BNPB Ingatkan Potensi Bencana Susulan

Pengerukan sedimen di Sungai Lawe Alas, Aceh Tenggara, Aceh, sebagai upaya pemulihan alur sungai untuk mengurangi risiko banjir. (Kementrian PU)

Jakarta, NU Online

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra Utara berdampak pada ribuan warga dan ratusan rumah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir dan tanah longsor, seiring ancaman hujan di sejumlah wilayah.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan, banjir di Kota Subulussalam, Aceh, berdampak pada 2.345 orang dan masih merendam 177 rumah.

 

Sementara itu, banjir di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, berdampak pada 2.600 orang dan 520 rumah. Di Kabupaten Deli Serdang, sebanyak 730 orang juga terdampak banjir.

 

Selain itu, banjir dan cuaca ekstrem melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Peristiwa tersebut berdampak pada 175 orang serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan pohon tumbang.

 

“Di Kabupaten Banjar, di Kalimantan Selatan juga ada banjir dan cuaca ekstrem di sana. Di sana ada 175 orang terdampak. Dampak kerusakan pada beberapa rumah warga dan pohon tumbang,” ujar Berton dalam Info Bencana Terkini, Rabu (28/10/2026), yang digelar secara daring.

 

Berton mengingatkan bahwa potensi bencana susulan perlu diantisipasi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah masih perlu diwaspadai di sejumlah daerah.

 

“Ini imbauan kami berdasarkan dari data yang kami peroleh dari BMKG bahwa hidrometeorologi basah berpotensi terjadi di Provinsi Aceh yaitu di Nagan Raya, Aceh Barat Daya,” ujarnya.

 

Di Sumatra Utara, potensi bencana tersebut diperkirakan terjadi di Kabupaten Pakpak Barat, Tapanuli Tengah, dan Humbang Hasundutan. Sementara itu, di Sumatra Barat, potensi hujan perlu diwaspadai di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, serta Kota Padang.

 

“Tentu kami juga memberikan imbauan kepada pemerintah untuk mengantisipasi ataupun mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini,” tegasnya.

 

BNPB meminta pemerintah daerah mengaktifkan posko penanggulangan bencana serta memastikan kesiapan peralatan dan logistik. Pemerintah daerah juga diminta membersihkan sungai, saluran drainase, dan gorong-gorong sebelum puncak musim hujan.

 

Selain itu, pemerintah perlu memetakan wilayah rawan banjir dan tanah longsor, menyiapkan jalur evakuasi, serta menyebarluaskan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG dan BNPB.

 

Kepada masyarakat, BNPB mengimbau warga untuk membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, mengenali jalur evakuasi, serta menyiapkan tas siaga dan menyimpan dokumen penting di tempat aman.

 

“Waspadai tanah longsor, lihat apakah ada tanah retakan yang ada di perbukitan. Lihat air keruh, ini berpotensi terjadinya longsor di bagian hilir atau pohon yang miring ini berpotensi untuk tumbang,” ujar Berton.

 

Ia juga meminta masyarakat menjauhi sungai, lereng, dan pantai saat hujan lebat serta tidak melaut ketika gelombang tinggi. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, atau BPBD setempat untuk mengantisipasi risiko bencana.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang