Nasional BANJIR SUMATRA

Banjir Padang Rendam 3 Kecamatan, 672 Warga Mengungsi, 120 Rumah Terdampak

NU Online  ·  Senin, 12 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Banjir Padang Rendam 3 Kecamatan, 672 Warga Mengungsi, 120 Rumah Terdampak

Proses evakuasi warga akibat banjir bandang oleh tim SAR di Kota padang, Sumatra Barat, Ahad (11/10/2026). (BPBD Sumbar)

Jakarta, NU Online

Banjir merendam tiga kecamatan di Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10/2026). Hingga Ahad (11/10/2026), banjir belum surut, sebanyak 672 warga mengungsi, dan sekitar 120 rumah terdampak.

 

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan bahwa banjir masih berdampak pada sejumlah wilayah permukiman. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Ahad pukul 03.34 WIB, proses pendataan dan evakuasi warga masih berlangsung.

 

“Tiga kecamatan terdampak meliputi Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak ialah Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh,” ujar Berton dalam keterangannya, Ahad (11/10/2026).

 

Berton mengatakan, berdasarkan data sementara, banjir berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.

 

Ia menjelaskan, para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa. Data warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran.

 

“Pendataan sementara mencatat satu unit rumah rusak berat dan empat unit rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir,” katanya.

 

Berton mengatakan, banjir juga menyebabkan akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.

 

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan bahwa wilayah terdampak merupakan daerah yang sebelumnya juga pernah mengalami banjir pada November 2025.

 

“Daerah yang terdampak adalah wilayah yang memang sudah pernah mengalami dampak sebelumnya. Meskipun intensitas hujan tinggi, dampaknya tidak seluas kejadian di bulan November 2025,” ujar Fadly melalui akun Instagram resmi Kota Padang (instagram.com), yang diakses NU Online, Ahad (11/10/2026).

 

Ia mengatakan bahwa banjir berpotensi terus berulang jika tidak ada penanganan menyeluruh terhadap Sungai Ulus. “Kejadian serupa akan terus berulang sampai adanya penanganan besar terhadap Sungai Ulus serta pengerjaan-pengerjaan dari Kementerian, Provinsi Sumatera Barat, dan Kota yang dapat segera dilaksanakan,” katanya.

 

Fadly meminta pemerintah pusat melalui kementerian dan balai terkait segera mempercepat pengerjaan fisik untuk menangani sungai-sungai di Kota Padang yang terdampak banjir.

 

“Permohonan ditujukan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian dan Balai untuk menyegerakan pendaman ataupun pengerjaan fisik berat guna menangani sungai-sungai yang ada di Kota Padang akibat banjir,” tuturnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang