Nasional

Banser Kerahkan Relawan Bantu Padamkan Karhutla di Kalteng

NU Online  ·  Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Banser Kerahkan Relawan Bantu Padamkan Karhutla di Kalteng

Sejumlah personel Banser memadamkan kebakaran bersama BPBD dan Damkar di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah, Kamis (15/10/2026). (Foto: Banser Satkorcab Kotawaringin)

Jakarta, NU Online
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) turut membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kalimantan Tengah, antara lain di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Personel yang diterjunkan ke lapangan berkisar 10–30 orang per hari.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Khusus (Kasatsus) Satkornas Banser Penanggulangan Bencana (Bagana) Mahdani Hamzah. Ia mengatakan, selain Bagana, personel Banser dari satuan lain juga terlibat dalam aksi solidaritas kemanusiaan tersebut.

 

“Selain Bagana, ada Balakar (Banser Penanggulangan Kebakaran) dan satuan Banser lain yang ikut memadamkan api. Jadi, mereka ini bergantian,” ujar Mahdani saat dihubungi NU Online, Kamis (15/10/2026).

 

Salah satu tantangan yang dihadapi para relawan di lapangan adalah keterbatasan peralatan. Mereka mengandalkan perlengkapan seadanya untuk memadamkan api yang masih berkobar.

 

“Teman-teman yang ada di bawah ini turun dengan alat apa adanya. Misalnya, mereka hanya menggunakan alkon (mesin penyedot air) dan masker medis,” kata Mahdani.

 

Untuk memperluas jangkauan aksi kemanusiaan tersebut, Mahdani mengatakan pihaknya telah merancang skema penanganan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban warga yang terdampak karhutla.

 

“GP Ansor serta lembaga lainnya juga baru menyusun strategi untuk aksi kemanusiaan nasional dengan sistem yang lebih tertata,” ungkapnya.

 

Mahdani juga mengimbau para relawan agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memastikan relawan dapat menjalankan aksi kemanusiaan dengan aman.

 

“Bagi Teman-teman yang turun di lapangan, yang pertama jaga kesehatan, jaga keselamatan, kemudian lindungi diri dengan menggunakan APD,” tegasnya.

 

Wakil Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Wakasatkorwil) Banser Kalimantan Tengah Wahyudi mengungkapkan bahwa keterlibatan Banser dalam penanganan karhutla didasari panggilan persaudaraan sesama rakyat Indonesia. Di tengah kebakaran yang belum padam dan keterbatasan personel, mereka berupaya hadir membantu melalui sistem penugasan bergilir.

 

“Yang jelas, sampai saat ini titik api itu belum padam, bahkan cenderung bertambah. Karena itu, kita merasa terpanggil dan membuat jadwal secara bergilir. Sahabat-sahabat kita yang turun juga bekerja,” ungkapnya, Jumat (16/10/2026).

 

Wahyudi menyebut pihaknya bekerja sama dengan pemangku kebijakan daerah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemadam kebakaran (damkar). Meski demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, terutama terkait keterbatasan prasarana dan sulitnya akses menuju titik api.

 

“Kendala kita di sini memang peralatan yang kurang memadai. Kemudian, medannya juga sulit sehingga terkadang teman-teman harus menarik selang air sampai sekitar satu kilometer,” jelas Wahyudi.

 

Pihaknya berharap kebakaran hutan yang berdampak langsung terhadap masyarakat segera berakhir. Oleh karena itu, Wahyudi meminta pemerintah pusat dan daerah meningkatkan dukungan agar penanganan karhutla di Kalimantan dapat berjalan lebih cepat.

 

“Mudah-mudahan segala cara dan upaya bisa dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Pemerintah juga bisa turun tangan agar persoalan ini lebih cepat teratasi,” tandasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang