Nasional

Banyak Fatwa Jelang Pilpres, Gus Mus: Sedang Musim Lebay

NU Online  Ā·  Selasa, 24 Juni 2014 | 05:30 WIB

Jakarta, NU Online
Mendekati pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden atau Pilpres 9 Juli 2014 mendatang, para tim sukses pemenangan dua calon yang berkompetisi menggunaan segala macam cara untuk meraih dukungan, termasuk dengan mengeluarkan fatwa atas nama kiai atau tokoh agama tertentu untuk memilih atau tidak memilih calon tertentu.<>

Terakhir, beredar juga fatwa atas nama Rais Aam PBNU, KH A. Mustofa Bisri atau Gus Mus di media sosial Facebook dan Twitter yang mengarahkan warga untuk memilih calon presiden dan wakil presiden tertentu dan bahkan mengharamkan calon yang lain.

Salah seorang pengguna twitter Hardi Bahar (@bhardi0855) menanyakan langsung kepada Gus Mus di akun twitter @gusmusgusmu: ā€œGus, fatwa haram milih Jokowi itu, benar gak sih. Dasar nya gak jelas, .. mohon ...ā€

Gus Menjawab singkat, ā€œSedang musim lebay. :)ā€ Jawaban singkat Gus Mus di akun @gusmusgusmu itu tertanggal 22 Juni dan per-24 Juni telah diretweet oleh 148 orang dan difavoritkan oleh 17 orang.

Gus Mus sendiri adalah salah seorang kiai yangĀ  ā€œgaulā€ dan cukup rajin dalam berinteraksi dengan warga melalui internet. Akun twitternya @gusmusgusmu diikuti sebanyak 342 ribu orang. Para follower ini seringkali menanyakan banyak hal kepada Gus Mus tentang masalah pribadi, hingga soal calon presiden.

Salah seorang follower Gus Mus, Fati (@fati75677418) sebelumnya juga menyampaikan pertanyaan melalui akun Gus Mus. ā€œApa benar pernyataan gusmus tentang prabowo ???di FB..ktnya sumber dr jenenganā€. Gus Mus menjawab singkat, ā€œPalsu.ā€

Tak puas, follower Gus Mus yang lain (ā€œ@srhida) menanyakan lagi, ā€œGus Mus menjawab dengan kalimat serius, ā€œSdh ber-kali2 KICAUAN NGAWUR ini aku bantah. Kepentinganku apa?ā€

Pernyataan dimaksud berisi tentang dukungan Gus Mus kepada salah seorang calon presiden. Kali ini pernyataan tidak hanya tersebar di facebok dan twitter. ā€œ@srhida juga menyertaan gambar yang menunjukkan ā€œdukungan palsuā€ atas nama Gus Mus itu juga beredar melalui pesan singkat (SMS).

Terkait Pilpres, melalui akun twitternya, Gus Mus juga berpesan agar masyarakat menahan diri dan tidak berlebihan dalam kegiatan kampanye atau aktivitas dukung-mendukung.

Di akun @gusmusgusmu, Gus Mus menulis, ā€œApa perlu diingatkan lagi bahwa PILPRES adalah persaingan antara saudara sebangsa dg TUJUAN yg sama: untuk kebaikan Indonesia dan rakyatnya?ā€ (A. Khoirul Anam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang