Yogyakarta, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta membedah buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis buku putih dari Jakarta.<>
Wakil Ketua PWNU DIY Prof Dr Purwo Santoso mengatakan, setelah sekian lama ditunggu, buku itu akhirnya diterbitkan juga. Menurutnya, buku putih yang diterbitkan resmi oleh NU itu sangat penting untuk memberikan perimbangan informasi sejarah.
“Selama ini informasi yang ada menyudutkan kelomkpok tertentu. Kalau pun buku ini menjadi kontroversial, buku ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan perimbangan informasi,” katanya.
Ditambahkannya, sejarah bukan hanya berisi tentang cerita masa lalu, tetapi juga tentang klaim kebenaran. Jika NU tidak menulis, maka NU akan tersudutkan terus-menerus,” pungkasnya.
Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan, buku putih itu berisi tentang apa yang dialami oleh orang NU, untuk dibaca oleh masyarakat luas, dan khususnya untuk kalangan NU sendiri.
“Kita tidak membenci PKI. Sekarang NU dan PKI sudah menjadi teman. Sudah tidak ada problem dalam hubungan. Masalahnya ada pihak di luar dua itu yang ingin mempolisisasi peristiwa yang telah lalu dan menyudutkan NU. Maka kita menulis versi kita sendiri,” katanya.
Bedah buku putih Benturan NU-PKI yang dipandu oleh Wakil Ketua PWNU DIY M. Jadul Maula itu dihadiri oleh tim penulis buku putih dari PBNUJakarta, antara lain Abdul Mun’im DZ dan Zastrow Ngatawi. Sebagai pembanding, guru besar sejarah UGM Prof Dr Bambang Purwanto. (Rochim/Anam)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua