Doa Lengkap Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada Apel Hari Santri 2026
NU Online · Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Rais Aam PBNU KH MIftachul Akhyar saat memimpin doa pada Apel Hari Santri 2026 di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube TVNU)
Husnul Khotimah
Kontributor
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar memimpin doa pada apel Hari Santri 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Berikut teks lengkap doa yang dipanjatkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada acara tersebut.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
بِمُنَاسَبَةِ ذِكْرَى يَوْمِ وِلَادَةِ الطَّالِبِ الْوَطَنِيِّ يَوْمَ الْخَمِيْسِ التَّارِيْخ الْحَادِيَ عَشَرَ مِنْ جُمَادَى الْأُوْلَى سَنَةَ ١٤٤٨ هِجْرِيَّةً، مُوَافِق الثَّانِيْ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ أُكْتُوْبِرْ سَنَةَ ٢٠٢٦ مَاسِحِيَّةً.
(Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional pada hari Kamis, tanggal 11 Jumada Ula tahun 1448 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 22 Oktober tahun 2026 Masehi).
يَا اللهُ، نَسْأَلُكَ وَنَدْعُوكَ يَا اللهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ، أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ، وَبِحَقِّ قَوْلِكَ الْحَقِّ: "ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ".
(Ya Allah, kami memohon dan berdoa kepada-Mu, ya Allah, wahai Tuhan semesta alam.
Ya Allah, Engkau Mahabenar dan firman-Mu adalah kebenaran: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." Dan dengan kebenaran firman-Mu: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.")
نَرْجُو يَا اللهُ وَنَطْلُبُ مِنْكَ أَنْ يَكُونَ هَذَا الْيَوْمُ، يَوْمُ ذِكْرَى مناسب وِلَادَةِ يَوْمِ الطَّالِبِ الْوَطَنِيِّ (HSN) سَنَةَ ٢٠٢٦، مُفْعَمًا بِالْفَرَحِ وَالْإِيمَانِ، وَأَنْ يُحَقِّقَ اللهُ لَنَا مَعَاشِرَ الطُّلَّابِ وَالنَّهْضِيِّينَ وَالنَّهْضِيَّاتِ أو نهضويين أو نهضوييات خُصُوصًا، وَجَمِيعَ شُعَبِ بَلْدَةِ إِنْدُونِيسِيَا، جَمِيعَ آَمَالِنَا وَتَطَلُّعَاتِنَا
(Kami berharap dan memohon kepada-Mu ya Allah, agar hari ini—momen hari peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026—penuh dengan kegembiraan dan keimanan. Dan semoga Allah mewujudkan bagi kami—segenap kaum santri, Nahdliyin dan Nahdliyat, khususnya, serta seluruh rakyat Negara Indonesia—segala cita-cita dan harapan kami.)
اللَّهُمَّ يَا سَمِيعَ الصَّوْتِ، وَيَا سَابِقَ كُلِّ فَوْتٍ، وَيَا مُحْيِيَ العِظَامِ بَعْدَ المَوْتِ، أَشْهَدُ بِأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الوَاحِدُ الأَحَدُ، الفَرْدُ الصَّمَدُ، الّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(Ya Allah, wahai Yang Maha Mendengar suara, wahai Yang Mendahului segala luput, wahai Yang Menghidupkan tulang-belulang setelah kematian. Aku bersaksi bahwa Engkaulah Allah, tidak ada tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, Maha Tunggal, tempat bergantung segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, Maha Esa Engkau tanpa sekutu bagi-Mu, milik-Nyalah segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dia Mahahidup dan tidak akan pernah mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ اللَّيَالِي وَالدُّهُورِ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الأَمْوَاجِ وَالبُحُورِ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الحَجَرِ وَالمَدَرِ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الشَّوْكِ وَالشَّجَرِ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الشَّعْرِ وَالوَبَرِ
(Tiada tuhan selain Allah sebanyak hitungan malam dan zaman.
Tiada tuhan selain Allah sebanyak hitungan ombak dan lautan.
Tiada tuhan selain Allah sebanyak hitungan batu dan tanah liat.
Tiada tuhan selain Allah sebanyak hitungan duri dan pepohonan.
Tiada tuhan selain Allah sebanyak hitungan rambut dan bulu hewan.)
اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ كُلُّهُ، اللَّهُمَّ لَا قَابِضَ لِمَا بَسَطْتَ، وَلَا بَاسِطَ لِمَا قَبَضْتَ، وَلَا هَادِيَ لِمَنْ أَضْلَلْتَ، وَلَا مُضِلَّ لِمَنْ هَدَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُقَرِّبَ لِمَا بَاعَدْتَ، وَلَا مُبْعِدَ لِمَا قَرَّبْتَ
(Ya Allah, bagi-Mu jua segala pujian. Ya Allah, tidak ada yang dapat menyempitkan apa yang Engkau lapangkan, dan tidak ada yang dapat melapangkan apa yang Engkau sempitkan. Tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang Engkau sesatkan, dan tidak ada yang dapat menyesatkan orang yang Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tahan, dan tidak ada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan. Serta tidak ada yang dapat mendekatkan apa yang Engkau jauhkan, dan tidak ada yang dapat menjauhkan apa yang Engkau dekatkan.)
اللَّهُمَّ ابْسُطْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ، وَرَحْمَتِكَ، وَفَضْلِكَ، وَرِزْقِكَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ النَّعِيمَ الْمُقِيمَ، الَّذِي لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَوْنَ يَوْمَ الْعَيْلَةِ، وَالْأَمْنَ يَوْمَ الْخَوْفِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أَعْطَيْتَنَا، وَشَرِّ مَا مَنَعْتَنَا.
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ، وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ.
اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ، وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِينَ، غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُونِينَ.
اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ، اللَّهُمَّ قَاتِلِ الْكَفَرَةَ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ.
(Ya Allah, limpahkanlah kepada kami keberkahan-Mu, rahmat-Mu, karunia-Mu, dan rezeki-Mu.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kenikmatan yang kekal, yang tidak akan berubah dan tidak akan hilang.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan-Mu di hari kemiskinan/kesusahan, dan rasa aman di hari ketakutan.
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang Engkau berikan kepada kami dan keburukan dari apa yang Engkau tahan dari kami.
Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan itu di dalam hati kami, serta jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim, dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang shalih, tanpa rasa hina dan tanpa terkena fitnah.
Ya Allah, perangilalah orang-orang kafir. Ya Allah, binasakanlah orang-orang kafir yang mendustakan rasul-rasul-Mu dan menghalangi jalan-Mu, serta timpakanlah atas mereka siksaan dan azab-Mu.)
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ نَشْكُو ضَعْفَ قُوَّتِنَا، وَقِلَّةَ حِيلَتِنَا، وَهَوَانَنَا عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، أَنْتَ رَبُّ المُسْتَضْعَفِينَ، وَأَنْتَ رَبُّنَا إِلَى مَنْ تَكِلُنَا، إِلَى بَعِيدٍ يَتَجَهَّمُنَا، أَمْ إِلَى عَدُوٍّ مَلَّكْتَهُ أَمْرَنَا، إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ عَلَيْنَا غَضَبٌ فَلَا نُبَالِي، وَلَكِنَّ عَافِيَتَكَ هِيَ أَوْسَعُ لَنَا
نَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذِي أَشْرَقَتْ لَهُ الظُّلُمَاتُ، وَصَلَحَ عَلَيْهِ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، مِنْ أَنْ يَنْزِلَ بِنَا غَضَبُكَ، أَوْ يَحِلَّ عَلَيْهِ سَخَطُكَ، لَكَ العُتْبَى حَتَّى تَرْضَى، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ.
(Ya Allah, ya Tuhan kami, kami mengadu kepada-Mu, betapa lemah betapa lemahnya kekuatan kami, betapa sedikitnya hailah kami, dan betapa hinanya kami pada pandangan manusia. Ya Allah, Yang Maha Penyayang, mengatasi segala yang menyayangi, Engkau adalah Tuhan orang-orang yang lemah, dan Engkau adalah Tuhan kami, kepada siapa Engkau serahkan diri kami ini? Kepada orang jauh yang memandang kami dengan muka masam, atau kepada musuh yang ingin menguasai diri kami? Jika tiada murka-Mu terhadap diri kami, kami tidak peduli, tetapi kemaafan-mu lebih luas kepada kami. Kami berlindung dengan cahaya Dzat-Mu yang telah Engkau pancarkan ke arah segala kegelapan, menjadi baiklah di atasnya segala urusan dunia dan akhirat. Kami berlindung daripada turunnya kami murka-Mu atau berlakunya ke atas kami murka-Mu, kepada-Mu pengaduan yang sungguh-sungguh sehingga mencapai keridaan-mu, tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Mu.)
إِلَهَنَا، إِلَهَنَا نَحْنُ الفُقَرَاءُ فِي غِنَانَا، فَكَيْفَ لَا نَكُونُ فُقَرَاءَ فِي فَقْرِنَا
(Ilahi, kami adalah fakir di saat orang lain menganggap kami kaya, kami tidak bisa membayangkan betapa makin fakirnya kami manakala orang lain yakin kami ini betul-betul fakir.)
إِلَهَنَا نَحْنُ الجُهَلَاءُ فِي عِلْمِنَا، فَكَيْفَ لَا نَكُونُ جُهَلَاءَ فِي جَهْلِنَا.
(Ilahi, kamilah orang yang jahil di saat kami menyandang gelar ilmuwan, ulama, betapa hal ini tiada lebih jahil manakala nyata-nyata kami ini jahil.)
إِلَهَنَا إِنْ ظَهَرَتِ المَحَاسِنُ مِنَّا، فَبِحِفْظِكَ وَلَكَ المِنَّةُ عَلَيْنَا، وَإِنْ ظَهَرَتِ المَسَاوِي مِنَّا فَبِعَدْلِكَ، وَلَكَ الحُجَّةُ عَلَيْنَا.
(Ilahi, manakala lahir dari kami kebaikan, hal itu lantaran kasih dan karunia-Mu jua, Engkau berhak menuntut kami jika ada kejahatan dari kami, itu semua lantaran keadilan-Mu, Engkau berhak menjalankan kami.)
اللَّهُمَّ أََيْقِظْ قُلُوبَ العُلَمَاءِ، وَالمُسْلِمِينَ مِنْ نَوْمِ غَفْلَةٍ عَمِيقٍ، وَاهْدِهِمْ إِلَى سَبِيلِ الرَّشَادِ.
اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، أَحْيِ جَمْعِيَّتَنَا جَمْعِيَّةَ نَهْضَةِ العُلَمَاءِ، حَيَاةً طَيِّبَةً إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، بِبَرَكَةِ قَوْلِكَ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً، فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ، وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ، وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً، عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ، وَفَاحِشٍ وَسُوءٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
(Ya Allah, bangunkanlah hati para ulama dan umat Islam dari tidurnya, kelalaiannya yang dalam dan berkepanjangan, dan tunjukilah mereka ke jalan petunjuk-Mu.
Ya Allah yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, hidupkanlah jam'iyah kami Jam'iyah Nahdlatul Ulama dengan kehidupan thayyibah, kehidupan yang baik dan ideal sesuai kehendak-Mu, maka jadikanlah hati sebagai manusia cenderung senang kepada mereka, dan berilah mereka rezeki dari macam-macam buah-buahan kebutuhan mudah-mudahan mereka bersyukur. Dan karuniakanlah mereka rezeki berupa kekuatan yang mengalahkan kebatilan, kezaliman, ketidaksenonohan, dan keburukan agar mereka bertakwa.)
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ المَوَالِي وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ. بِسِرِّ أَسْرَارِ الفَاتِحَةِ.
(Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
Semoga shalawat, keberkahan, serta salam dari Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, seorang Nabi yang ummi, beserta keluarga dan para sahabatnya. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahamulia dari apa yang mereka sifatkan. Dan selamat sejahtera bagi para rasul, serta segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Bi-sirri Asrori Al-Fatihah.)
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
3
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
4
Akhir Perang AS-Israel Versus Iran
5
Masyarakat Sipil Gelar Aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani Besok, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
6
Karhutla Belum Reda, Rais Aam PBNU Ajak Masyarakat Terus Berdoa agar Musibah Segera Berakhir
Terkini
Lihat Semua