Fatayat NU, Meneguhkan Keislaman dan Keindonesiaan
NU Online · Rabu, 24 April 2013 | 08:15 WIB
Jakarta, NU Online
Fatayat NU, sebagai salah satu perangkat Nahdlatul Ulama, berkepentingan mengampanyekan karakter keislaman dan keindonesiaan sebagaimana yang dirumuskan organisasi yang didirikan para kiai tersebut.
<>
Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah mengatakan, untuk itu, pada peringatan Hari Lahir ke-63 ini, mengambil tema “Meneguhkan karakter keislaman dan Keindonesiaan”.
“Pemilihan tema ini merupakan refleksi dari berbagai persoalan kemasyarakat dan kebangsaan,” katanya pada pidato peringatan Harlah ke-63 yang diigelar PP Fatayat NU di gedung Langen Palikrama Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu, (24/4).
Dengan tema ini, Fatayat NU ingin memberikan kontribusi bagi penyelesaian berbagai persoalan kemasayarakat dan kebangsaan.
Fatayat NU memandang berbagai persoalan seperti maraknya mafioso pangan dan ekonomi; korupsi yang terus terjadi, kekerasan, terorisme, penindasan dan pelanggaran HAM, penyalahgunaan narkoba, pornografi, hingga konflik sosial terjadi karena luruhnya karakter keislaman dan keindonesiaan.
Oleh karena itu, bagi Fatayat NU, penyelesaian problem tersebut hanya mungkin bisa dilakukan dengan penanaman dan peneguhan karakter keislaman dan keindonesiaan.
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PBNU H. Slamet Effendi Yusuf, mantan Ketua Umum PP Fatayat NU periode 2000-2010 Maria Ulfa Ansor, dan salah seorang senior Fatayat NU Musdah Mulia. Hadir juga ratusan kader Fatayat.
Fatayat NU didirikan pada tanggal 24 April 1950 yang dirintis tiga serangkai, yaitu Murthasiyah, Khuzaimah Mansur, dan Aminah.
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua