GP Ansor Jaksel: Orang Boleh Bebas Ekspresi di Medsos, Tapi Tanggung Jawab
NU Online · Selasa, 3 Juli 2018 | 02:15 WIB
Ketua GP Ansor Jakarta Selatan H Sulton Mu’minah mengatakan bahwa GP Ansor dan Banser mendukung penuh kebebasan berekspresi di media sosial. Hanya saja, pengguna atau pengakses media sosial mesti menjunjung tinggi norma yang berlaku agar tidak melanggar ketentuan hukum dan nilai-nilai kesantunan di masyarakat.
Demikian disampaikan Sulton yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor seusai mendatangi Kantor Polda Metro Jaya, Senin (2/7) sore.
Sebagaimana diketahui, mereka mendatangi Kantor Polda Metro Jaya untuk melaporkan pemilik akun twitter @_haye_ ke Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya karena telah melakukan penghinaan terhadap Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, NU, dan nahdliyin.
“Kami menghargai setiap kritik sebagai bagian dari kebebasan berekspresi, tetapi kami akan memerangi makian, cacian, dan fitnah yang justru mengotori kebebasan itu sendiri,” kata Sulton.
Menurut Sulton, GP Ansor, Banser, dan NU tidak antikritik. Namun, tapi ketika ada satu hal yang melampaui batas dan di sana ada harga diri yang dilecehkan, maka GP Ansor dan Banser akan bergerak dan menuntut.
“Kasus penghinaan oleh pengguna akun @_haye_ ini perlu menjadi perhatian bagi semua pihak. Silakan gunakan kebebasan bersosial media ini tanpa harus menyakiti. Jika itu dilakukan, maka bersiaplah mempertanggungjawabkan apa yang dituangkan pada porsinya,” kata Sulton.
Ketika melaporkan kasus ini, Sulton didampingi oleh pengurus LBH GP Ansor dan sejumlah Banser Jakarta Selatan. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua