Gus Ipang: NU Online Jadi Garda Terdepan Dakwah Digital
NU Online · Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Waketum PBNU M Irfan Asy'ari Sudirman Wahid (Gus Ipang) saat diwawancarai NU Online usai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Rabu (14/10/2026). (NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa NU Online menjadi garda terdepan dakwah digital untuk mendekatkan NU kepada generasi muda, terutama milenial, Generasi Z (Gen Z), dan Generasi Alpha (Gen Alpha). Upaya ini membutuhkan strategi komunikasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan budaya digital.
Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU M Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang mengatakan bahwa penguatan dakwah digital menjadi salah satu prioritas.
Menurutnya, NU Online memiliki potensi menjangkau generasi muda sehingga kehadiran NU dapat dirasakan lebih dekat.
“Kita mau NU Online menjadi garda terdepan dalam pertama dakwah digital. Itu nomor satu. Dakwah digitalnya kita coba pikirin gimana bisa lebih dekat dengan milenial, Gen Z, dan Gen A,” ujarnya saat ditemui NU Online seusai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia menyampaikan bahwa pendekatan untuk menjangkau generasi muda dapat dilakukan melalui rebranding maupun repositioning.
“Apakah itu melalui rebranding, repositioning itu teknis nanti. Tapi paling tidak supaya itu bisa masuk kepada generasi-generasi yang lebih muda, bisa lebih relate. NU itu bisa dirasakan kehadirannya,” katanya.
Gus Ipang juga mengajak berbagai media untuk terlibat dalam ekosistem komunikasi digital, baik media arus utama maupun media digital lainnya. “Kita juga mengajak semua media baik itu media mainstream maupun media homeless untuk ikutan juga terlibat,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa transformasi digital juga perlu menyentuh dunia pesantren. Digitalisasi, menurutnya, harus diwujudkan melalui program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh santri.
“Intinya santri ini tidak hanya ahli agama, tapi juga ahli keilmuan yang aplikatif. Jadi yang sehari-hari bisa dirasakan,” ujarnya.
Gus Ipang menegaskan bahwa pengembangan kapasitas santri tidak cukup dilakukan melalui pelatihan sesaat. PBNU menginginkan program yang terukur agar hasilnya dapat dievaluasi. “Kita kepengin sesuatu yang lebih terukur,” imbuhnya.
Ia menyebutkan bahwa PBNU telah memulai upaya tersebut bersama Prof Ary Ginanjar Agustian dari ESQ Group. Program Talent DNA Santri juga tengah diuji coba di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
“Itu nanti hasilnya kita akan umumkan di tanggal 24 (Oktober 2026) lah kira-kira,” pungkas Gus Ipang.
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
6
Profil KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU Ahli Ushul Fiqih
Terkini
Lihat Semua