IPPNU Siap Layangkan Surat ke Kemendikbud
NU Online · Kamis, 13 Desember 2012 | 02:41 WIB
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan melayangkan surat resmi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait kasus manipulasi sejarah turunnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi kepresidenan RI dalam materi pelajaran sejarah di sekolah.<>
PP IPPNU mendesak kementerian terkait untuk meninjau ulang buku sejarah dan soal-soal yang terkait dengan peristiwa penjatuhan Gus Dur.
Hal ini diutarakan oleh Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU kepada NU Online di Kantor PP IPPNU, Kantor PBNU, Rabu (12/12) malam. Ditemani Alfina Rahil Shidiqi, salah satu pengurus PP IPPNU, Farida yang tengah menata ruang kerjanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kasus tersebut.
“Kita tengah mempersiapkan surat berikut lampirannya yang akan ditujukan ke kementerian yang berwenang,” kata Farida, Rabu (12/12) malam.
Menurut Farida, KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat RI tidak terbukti secara hukum tersangkut dengan kasus bologgate dan bruneigate. Dua skandal yang dianggap sebagai penyebab pemakzulan Gus Dur, adalah isu yang dihembuskan oleh lawan politik Gus Dur.
Dua skandal itu lebih bersifat politis. Keduanya menjadi populer di media massa karena lawan politik Gus Dur memainkan media pada saat itu. Sementara, masyarakat kini semakin cerdas. Mereka, tambah Farida, dapat membedakan fakta hukum dari isu politik.
Selain tersebut di dalam soal, kasus pelecehan Gus Dur dengan asumsi keterlibatannya dengan dua skandal tersebut, sudah masuk dalam materi pelajaran sejarah sebagai bahan ajar di sekolah. Soal dan bahan ajar seperti akan meracuni pengetahuan pelajar Indonesia sebagai generasi penerus, imbuhnya.
Untuk kasus pelecehan itu, Farida menilai keteledoran kementerian terkait dan dunia pendidikan secara umum dalam membuat bahan ajar Sejarah. Mereka, ungkap Farida, semestinya mengkaji secara cermat peristiwa tersebut sebelum dijadikan bahan ajar.
“Terutama dalam hal sejarah, persiapan bahan ajarnya, membutuhkan keseriusan yang cukup. Disiplin sejarah memiliki metode tersendiri seperti mengkritisi sumber data yang ada sebelum menyimpulkan sebuah peristiwa,” tandas Farida.
Redaktur: A. Khoirul anam
Penulis : Alhafiz Kurniawan
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
4
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua