Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun
NU Online · Senin, 24 Juni 2013 | 07:09 WIB
Jombang, NU Online
Nahdlatul Ulama adalah organisasi besar berskala internasional. Nahdlatul Ulama mengemban tugas berat untuk menjaga dan meneruskan perjuangan pra ulama salafus sholih dalam mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lil'alamin (merahmati seluruh alam semesta).<>
"Karena mengemban tugas yang sangat berat inilah kader-kader Nahdlatul Ulama harus tumbuh menjadi kader yang kuat. Kader-kader Nahdlatul Ulama harus tegar menghadapi segala cobaan dan ujian yang menghadang di depan," pesan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj dalam pembekalannya kepada para pramuka peserta Perkemahan Wirakarya Ma'arif Nasional (Perwimanas) I di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babus Salam kalibening Mojoangung Jombang, Senin (24/6).
Menurut Kang Said, Kedepan Nahdlatul Ulama akan terus mendapatkan tantangan seiring perkembangan zaman, sehingga kader-kader NU juga harus dibekali dengan beraneka ragam ketrempilan kehidupan, salah satunya adalah ketrampilan pramuka.
"Jangan mengaku kader NU kalau dicoba sedikit langung cengeng. Ada ujian dalam perjuangan, baru sedikit saja sudah menyerah. Jangan seperti itu, kader NU harus kuat dan trampil. Nah pramuka ini adalah salah satu sarana bagi kader-kader NU untuk mengasah ketrampilan dan menguatkan mental perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama," tandas Kang Said.
Lebih lanjut Kyai asal Cirebon ini berpesan, hendaknya para peserta dapat menimba ilmu dan ketrampilan sebanyak-banyaknya dari kegiatan pramuka ini. Hendaknya para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.
"Berkemah adalah melatih kemandirian. Ini sangat cocok sekali dengan jatidiri santri-santri NU. Jadi berpramukalah dengan baik dan tetap menjaga jiwa Ahlussunnah wal Jamaah," pungkas Kyai Said diiringi tepuk tangan seluruh peserta dan tamu undangan.
Penulis : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua