Kelompok Pengusung Khilafah Bukan Wacana Lagi, Tapi Gerakan
NU Online · Ahad, 16 April 2017 | 12:02 WIB
Belakangan, Banser di lapangan kerap meminta menghentikan kegiatan yang dilakukan kelompok yang ingin mengganti dasar negara Indonesia dari Pancasila menjadi khilafah. Gara-gara hal itu, kemudian Banser dicitrakan miring di media tertentu. Padahal itu upaya Banser menjaga dan mencintai negerinya sendiri.
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas, kelompok yang secara tersurat tujuannya jelas mendirikan khilafah islamiyah artinya mereka ingin membubarkan NKRI.
“Ini yang kami lawan. NKRI ini sudah melalui proses panjang oleh para pendiri yang di dalamnya ada para pendiri jam’iyah NU. Bagi kami, menjaga NKRI itu menjaga warisan para kiai,” ungkapnya di Jakarta, Jumat malam (14/4).
Ia menambahkan, ancaman terhadap negara itu bukan hanya fisik, tetapi juga gagasan, ujaran, wacana dan lain sebagainya.
Nah, kelompok pengusung khilafah itu, lanjutnya, bukan gagasan lagi, tapi gerakan. Padahal mereka melakukannya di negara yang sudah menyatakan dasar negaranya final.
“Artinya, tidak usah nenunggu orang angkat senjata, baru dianggap sebagai ancaman. Penyebaran ide alternatif bentuk negara, seharusnya sudah bisa dikenakan pasal ancaman terhadap negara.” (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
5
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
6
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
Terkini
Lihat Semua