Ketum GP Ansor: Ekonomi dan SDM Jadi Fondasi Peradaban Bangsa
NU Online · Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:00 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Addin Jauharudin dalam Seminar Santri Preneur di Kantor PP GP Ansor, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (Foto: tangkapan layar Youtube Gerakan Pemuda Ansor)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Addin Jauharudin menegaskan bahwa penguatan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Menurutnya, kedua aspek tersebut perlu menjadi prioritas karena berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan kehidupan beragama.
“Karena menurut kita, kalau dua hal ini selesai, maka yang lainnya akan selesai. Dan dua ini kita gerakkan, karena memang ada fondasi dasar, baik itu fondasi ideologis, fondasi teologis, semuanya ada,” ujarnya dalam Seminar Santri Preneur di Kantor PP GP Ansor, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Addin menjelaskan bahwa pentingnya pengembangan SDM dan penguatan ekonomi dapat ditelusuri melalui prinsip maqashid syariah, yakni tujuan-tujuan utama syariat Islam yang mencakup lima aspek perlindungan mendasar dalam kehidupan manusia.
Ia merujuk pemikiran Imam Asy-Syatibi dengan menyoroti dua prinsip, yakni hifdzul aql atau menjaga akal dan hifdzul mal atau menjaga harta.
Menurut Addin, hifdzul aql berkaitan dengan pengembangan kualitas manusia, kemajuan pemikiran, dan pendidikan. Sementara itu, hifdzul mal menekankan pentingnya menjaga harta sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kalau pikirannya bagus, tindakannya bagus, maka ekonomi juga bagus. Nah, kalau dua hal ini terkendali, maka hifdzud din, menjaga agama, pasti dengan tenang. Kemudian menjaga nafas, jiwa, pasti juga dengan tenang. Menjaga hifdzun nasl, menjaga keluarga, juga pasti aman,” katanya.
Ia menilai keberlangsungan peradaban tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekonomi dan kualitas manusia. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi jika tidak disertai peningkatan kapasitas manusia.
“Tidak ada peradaban yang dibangun kalau ekonominya runtuh, yang kedua sumber daya manusianya runtuh. Itu pesan agama jelas,” tegasnya.
Addin juga menghubungkan pandangan tersebut dengan tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Ia menyoroti pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum sebagai dua aspek yang saling berkaitan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Kalau masyarakatnya cerdas, kesejahteraannya merata, maka tumpah darah bisa dijaga, dan kita punya kapasitas untuk bermain di level internasional,” ujarnya.
Selain itu, Addin menekankan relevansi nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama hingga ketiga, dalam membangun fondasi kehidupan berbangsa.
Menurutnya, nilai ketuhanan perlu tercermin dalam integritas, kejujuran, loyalitas, dan keadilan pemimpin. Sementara itu, nilai kemanusiaan menuntut pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, terutama di bidang ekonomi dan pendidikan.
“Kalau itu dijalankan, maka baru kita akan bersatu,” pungkas Addin.
Terpopuler
1
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
4
LSP Pagar Nusa Jalani Asesmen Penuh BNSP untuk Perkuat Kualitas SDM
5
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
6
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Walhi Ungkap Lemahnya Perlindungan Lingkungan
Terkini
Lihat Semua