Nasional RAPIMNAS LTMNU

Masjid, Titik Tolak Kemakmuran Bumi

NU Online  Ā·  Kamis, 12 Juli 2012 | 23:00 WIB

Denpasar, NU Online
Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi menekankan adanya pengertian lebih luas dari frase ā€œmemakmurkan masjidā€. Tak berhenti pada makna meramaikan tempat ibadah semata, melainkan juga meluas pada tujuan tercapainya kemakmuran masyarakat di muka bumi.

<>ā€œMemakmurkan bumi harus bertolak dari kemakmuran masjid,ā€ tuturnya saat memberi sambutan penutupan Rapimnas Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region VIII PWNU Bali, Selasa (10/7), di Denpasar, Bali.

Menurutnya, realisasi dari semangat ini adalah berfungsinya masjid sebagai bagian dari solusi penyelesaian masalah kemasyarakatan, baik di segi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. ā€œPersoalan keumatan, kemanusiaan dapat diselesaikan melalui masjid,ā€ katanya.

Masdar mendasarkan pendapat ini pada surat at-Taubah (18) dan Hud (61). Yang pertama memberi pesan kaum mukmin memakmurkan masjid, sedangkan yang kedua mengandung perintah memakmurkan bumi. ā€œJadi, dari rumah-Nya, mari kita makmurkan bumi-Nya,ā€ pintanya.

Sebelumnya, ia menjelaskan posisi memakmurkan masjid dalam sistem perjuangan NU. Banyak sekali cita-cita dan bidang kerja NU yang penyelesaianya berpusat di masjid. ā€œKalau saya gambarkan, ber-NU dapat diringkas menjadi memakmurkan masjid,ā€ ungkapnya.

Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Gani memaparkan, data terakhir Kemenag RI menyebut jumlah masjid di Indonesia kurang lebih 1.070.000. ā€œDari jumlah tersebut, antara lain menurut para peneliti Lazuardi Biru, 65-70% keberadaan masjid didirikan oleh warga Nahdliyin dan tata cara/ pengamalan ibadahnya mengikuti tradisi NU,ā€ ujarnya.Ā Ā 

Ā 

Penulis: Mahbib Khoiron

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang