Mengawal Ulama NU Berarti Mengawal Bangsa
NU Online · Selasa, 3 April 2012 | 01:01 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa mengawal ulama-ulama NU punya arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena turut berjuang dalam merebut dan mempertahankan NKRI.
“Mengawal ulama-ulama NU berarti mengawal bangsa Indonesia karena mereka telah ikut berjuang mendirikan bangsa Indonesia,” katanyad pada pembukaan Festival Pagar Nusa 2012 yang berlangsung di OSO Sport Center, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/4).
Kang Said, demikian ia akrab disapa, menyatakan, perjuangan ulama NU dalam mendirikan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan fisik hingga ideologi. Dalam perjuangan fisik, ulama-ulama NU yang berbasis pesantren-pesantren, ikut berjuang mengusir penjajah. Seperti peristiwa arek Suroboyo mengusir NICA di Jawa Timur.
Sedangkan dalam perjuangan ideologi, alih-alih ingin mendirikan negara Islam, ulama-ulama NU dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mendirikan negara damai (darus salam) sebagaimana terekam pada Muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin.
Dalam hal ini, terang alumnus Universitas Ummul Quro, Mekkah itu, dalam merumuskan Pancasila, KH Wahid Hasyim juga ikut terlibat di dalamnya sebagai panitia inti.
Kemudian Kang Said mengamanatkan kepada para pendekar Pagar Nusa supaya "jangan sombong, karena itu perbuatan sia-sia."
"Ingatlah peristiwa perang Hunain ketika zaman Nabi. Waktu itu umat Islam datang dengan jumlah pasukan yang besar. Tapi karena mereka sombong, mereka kalah. Pasukan bercearai-berai," katanya.
Hadir pada kesempatan itu, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yahya Faisal Zaini, Ketua Umum PP Pagar Nusa KH Fuad Anwar, Dewan Khas KH Suyuthi Ghozali, Dewan Pendekar, Dewan Ketabiban, jajaran pengurus Pagar Nusa, pengurus cabang NU Bekasi dan peserta Kejurnas.
Festival Pagar Nusa 2012 akan berlangsung dari 2-5 April mendatang. Agendanya meliputi Kejurnas Pencak Silat, Festival Pencak Silat Tradisional, Sarasehan Pendekar, dan Pengobatan Alternatif.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua