Jakarta, NU Online
Naskah-naskah klasik bernuansa pesantren yang masih tersebar mesti terus dilacak keberadaannya supaya bisa dikaji untuk kemudian dimanfaatkan khalayak luas. naskah-naskah klasik tersebut, sebagian masih tersimpan di tangan para kolektor.<>
Hal itu diungkapkan Mahrus el-Mawa, Pengurus Maarif Nahdlatul Ulama yang juga seorang filolog yang sedang merampungkan S3 di Universitas Indonesia.
Menurut Mahrus, melalui naskah klasik, kita bisa mengetahui nuansa lokal dari mana dan kapan naskah itu ditulis. Mushaf satu daerah dengan daerah lain akan tampak perbedaan. Dalam satu daerah juga berlainan antara mushaf kerajaan dan mushaf kalangan masyarakat. Terutama iluminasinya.
“Misalnya, mushaf dari Timur Tengah selalu menggunakan iluminasi masjid, berbeda dengan di Cirebon yang menggunakan iluminasi megamendung,” jelasnya.
Dari segi isinya, naskah kuno juga menawarkan pengetahuan alternatif dari pandangan umum.
“Saya sedang meneliti tarekat Syatariyah yang berkembang di Cirebon. Data yang saya temukan, tarekat tersebut berkembang melalui jalur Abdullah bin Abdul Qohhar.
Para peneliti Indonesia selalu berdasar pada temuan AH John, bahwa tarekat syatariyah bermuara pada silsilah keguruan Syekh Abdul Muhyi (1071-1151 H/1650-1730 M) dari Pamijahan Tasikmalaya, yang merupakan murid dari Syaikh Abdurrauf Singkel.
“Nah, para peneliti Indonesia selalu mengutip temuan AH John tersebut. Padahal dalam naskah yang saya pelajari, sanad tarekat Syatariyah di Cirebon tidak melalui Syekh Muhyi. Begitu juga dengan silsilah tarekat Syatariyah yang berkembang di Kendal,” tegasnya.
Naskah yang saya temukan tersebut, lanjut Mahrus, adalah kitab Syatory Muhammadiyah dengan tebal seratus halaman.
Sayangnya, perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap naskah-naskah kuno bernuansa pesantren sangat kurang. Di kalangan akademik juga selalu mengandalkan data yang ditemukan orang luar.
Di sisi lain, sepengetahuan saya, kolektor naskah kuno yang belum tentu bisa memanfaatkannya, juga tidak percaya kepada lembaga-lembaga resmi untuk menitipkan naskahnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Penulis : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
BMKG Prediksi El Nino Berlangsung hingga Setahun, Wilayah Selatan Berpotensi Dilanda Kekeringan
Terkini
Lihat Semua