NU Care-LAZISNU dan BPKH Bantu Pembangunan Masjid Unit Percetakan Al-Qur’an di Bogor
NU Online · Kamis, 30 April 2026 | 11:00 WIB
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh saat meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Unit Percetakan Al-Quran di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (29/4/2026). (Foto: TVNU/Budi)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membantu pendirian pembangunan Masjid Unit Percetakan Al-Quran di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (29/4/2026).
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad, dan Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh, dan Kepala Unit Percetakan Al-Quran Ismail Nur.
Baca Juga
Ini Lafal Niat Shalat Tahiyyatul Masjid
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Riri Khariroh menjelaskan bahwa pembangunan masjid tersebut memiliki luas 16 meter x 20 meter dengan struktur dua lantai, yang terdiri atas area shalat laki-laki di lantai satu dan perempuan di lantai dua.
Ia menambahkan bahwa pembangunan tersebut akan berlangsung selama tujuh bulan ke depan. “Ini akan dikerjakan kurang lebih selama tujuh bulan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat dari itu,” ujarnya.
Riri menyampaikan bahwa dana pembangunan tersebut berasal dari kerja sama dengan BPKH dengan total Rp4,5 miliar. Ia menekankan bahwa NU Care-LAZISNU mengambil peran dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga selesai.
“Kita berkomitmen dalam menjaga tata kelola pelaksanaan Program Kemaslahatan agar transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Baca Juga
Keutamaan Membangun Masjid
“Kita terus berkoordinasi secara intensif terkait dengan proses pembanguannya dan mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan cukup,” sambung Riri.
Sementara itu, Kepala BPKH Fadlul Imansyah menyampaikan bahwa dana pembangunan tersebut berasal dari distribusi dana kemaslahatan dan abadi umat.
“Masjid ini akan dibangun dengan anggaran yang senilai Rp4,5 miliar berasal dari distribusi dana kemaslahatan dan abadi umat,” tuturnya.
Baca Juga
Membangun Masjid Baru
Fadlul menyampaikan bahwa masjid tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Ciawi yang hendak melaksanakan ibadah, seperti shalat Jumat dan shalat hari raya.
“Mungkin juga bisa sebagai salah satu tempat untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan karena di samping sini juga ada kantor urusan agama (KUA),” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar masjid tersebut dapat menjadi sentra edukasi pembelajaran agama dan pemberdayaan umat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Ciawi.
“Kita melakukan peletakan batu pertama karena masjid itu lingkungan sangat strategis untuk memberdayakan umat, bisa juga untuk walimahan, shalat Jumat, shalat Idul Adha,” ujarnya.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua