Majalengka, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Potensi ini semestinya dapat dimaksimalkan dalam membangun peradaban di Nusantara. NU jangan jadi silent majority.<>
Hal ini disampaikan Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq, saat diminta pandangannya mengenai peran NU Subang pasca Konfercab VII yang digelar di Pesantren Pagelaran III, Rabu (21/8) lalu.
"NU jangan jadi silent majority (mayoritas yang diam). Kelompok radikal, yang ekstremis itu sebenarnya minoritas tetapi bisa merajelela, NU yang mayoritas sudah seharusnya berperan aktif, dalam pola dakwah misalnya, dakwah NU itu mengajak dan merangkul, bukan dakwah yang mengejek dan memukul," paparnya
Kiai Maman pun menilai bahwa kelompok ekstrim yang sedikit itu bisa seolah menjadi besar karena mereka mampu memainkan media.
"Mereka mampu membuat aksi yang sekiranya bisa naik menjadi 'news', jadi seolah mereka mayoritas, padahal mereka sedikit," tegasnya
Untuk tidak menjadi silent majority, tambah Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka itu mengharapkan agar para pengurus NU berperan aktif dengan cara melakukan 3S, yaitu silaturahmi, silatulfikri dan silatulamal.
"Memperbanyak silaturhmi dengan berbagai pihak, terutama kaum tani dan nelayan, karena saya kira mereka juga warga NU," ujarnya
Selian itu, lanjut Kiai Maman, silatulfikri juga juga perlu dilakukan, yakni menyamakan visi misi dengan berbagai pihak, terutama para pengurus, kemudian terakhir adalah silatulamal. “Yaitu bagaimana mampu merealisasikan visi misi tersebut supaya tidak hanya dalam tataran wacana saja," tukasnya.
Lebih lanjut, penulis buku Fatwa Dan Canda Gus Dur tersebut memberi masukan agar NU mampu menunjukan kinerjanya secara maksimal
"Saya melihat NU itu reaksional, seperti masjid direbut baru mulai membenahi masjid, seharusnya kalau membenahi dari dulu tentu tidak akan seperti itu, nah kalau NU terus memperlihatkan sikap yang reaksional saya kira lama-lama orang akan meninggalkan NU, karena orang akan lebih realistis melihatnya" pungkasnya. (Aiz Luthfi/Anam)
Terpopuler
1
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
2
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
3
Kemenag Buka Pelatihan Ekoteologi 2026, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
4
Kemenag Buka Lima Program Non-Degree 2026, Pendaftaran 5-12 Oktober
5
Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Pelita Keteladanan Sang Bu Nyai, Ahli Riyadhah, dan Politisi
6
UU Satu Data Indonesia Disahkan, Transfer Data ke Luar Negeri Wajib Persetujuan DPR
Terkini
Lihat Semua