Jakarta, NU Online
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar ikut angkat bicara soal praktik layanan doa berbayar yang belakangan ramai dibicarakan publik.
<>
Dia menganggap praktik layanan perantara doa berbayar sebagai bentuk pembodohan masyarakat dan meminta para pelaku segera menghentikan praktik mereka.
"Janganlah ada pembodohan masyarakat dengan jaminan bahwa doanya akan terkabul," katanya usai menjadi inspektur upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-68 di Jakarta, Jumat.
"Berdoa erat kaitannya dengan tingkat keikhlasan seseorang. Bisa jadi doa seseorang dapat dikabulkan Allah lantaran yang bersangkutan melakukannya dengan kesungguhan secara mendalam. Cara berdoa yang dilakukan sesuai tuntunan agama bakal diridhoi Allah," jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari menggunakan layanan semacam perantara doa berbayar yang bisa berujung pada penipuan.
Belakangan ini ramai diberitakan bahwa perencana keuangan dan dewan pembina komunitas @SedekahHarian, Ahmad Gozali, menawarkan program sedekah harian dengan memberi kesempatan donatur menitipkan doa yang akan dia bacakan pada waktu dan tempat khusus saat berada di Tanah Suci di Arab Saudi.
Berbagai pihak mengecam perbuatan yang dianggap sebagai penipuan tersebut. Ahmad Gozali telah mengakui ada kesalahan dalam mencantumkan harga bagi orang yang ingin menitipkan doa. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua