Pesantren Mranggen Demak Helat Maulidur Rasul dan Istighatsah
NU Online · Senin, 10 Maret 2014 | 19:00 WIB
Demak, NU Online
Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak menyelenggarakan kegiatan Maulidur Rasul SAW dan Istighotsah di Halaman pesantren tersebut Hari Ahad (9/3) .
<>
Kegiatan diikuti lebih dari 5000 hadirin. Mereka terdiri dari Para ulama, dewan guru, dan siswa lembaga yang ada di Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, yakni; TK, MI, MTs 1, MTs 2, SMP, MA 1, MA 2, SMA dan SMK.
Acara diawali dengan pembacaan surat Al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qu’an, sambutan, Tahlilan, pembacaan Istighotsah serta pembacaan Maulid Simtud Duror yang dipimpin oleh ustadz Muhammadun dan grup hadroh Babul Musthofa pimpinan Habib Luthfi dari Pekalongan.
Ketua Yayasan KH. Ahmad Said Lafif mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu agenda tahunan yang ada di Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.
Menurut Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak tersebut, kegiatan semacam ini perlu dilaksanakan untuk membekali baik para guru maupun siswa untuk senantiasa meniru dan meneladani Rasulullah SAW.
Terutama, lanjut dia, meneladani akhlaknya karena pada Rasulullah terdapat suri tauladan yang bagus, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an. “Selama ini kita sulit untuk mencari suri tauldan yang bagus,” katanya.
Selanjutnya KH Ahmad Said Lafif juga menjelaskan tentang pentingnya kegiatan semacam ini adalah untuk membiasakan baik guru maupun siswa untuk senantiasa mengamalkan amalan-amalan ala Ahlussunnah wal-Jama’ah, yakni istighotsah, pembacaan manaqib, tahlil serta maulid nabi yang selama ini sudah dilaksanakan para masyayikh pendiri yayasan pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.
“Walaupun akhir-akhir ini banyak aliran ataupun faham yang menyatakan bahwa pembacaan manaqib, tahlil, ziarah kubur, istighitsah, maulid adalah bid’ah, bahkan ada yang menyatakan syirik,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, setidaknya kita sebagai warga Nahdlatul Ulama untuk senantiasa melestarikan atau mengamalkan amalan-amalan yang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi para ulama terdahulu. (Abdus Shomad/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
3
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
4
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
5
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua