25 Tahun Muslim Yunani Menunggu Masjid yang Dijanjikan Pemerintah
NU Online · Senin, 13 Desember 2010 | 05:20 WIB
Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, berjanji untuk membangun masjid yang lama tertunda di Athena. Ia menyatakan, kegagalan untuk menyediakan fasilitas yang telah tertunda lebih dari dua dekade adalah "aib".
Papandreou menambahkan, masjid sementara akan didirikan sampai selesainya masjid itu. Ayahnyalah yang pertama berjanji ketika dia perdana menteri 25 tahun yang lalu tentang masjid itu.r />
"Ini adalah aib yang selama 25 tahun, mungkin lebih, karena Andreas Papandreou pernah menjanjikan sebuah masjid di kawasan Athena yang lebih besar," katanya kepada Parlemen. Ia menambahkan, sama seperti warga negara lain, umat Muslim Yunani juga berhak atas sarana peribadatan yang memadai.
Ribuan umat Islam dari negara-negara Arab, Afrika, dan anak benua India tinggal dan bekerja di Athena tanpa tempat ibadah atau kuburan. Upaya mereka menagih janji pemerintah seperti menabrak tembok.
Selama ini, Muslim gotong-royong menyewa sebuah flat yang salah satu ruangannya dimanfaatkan sebagai masjid. Hal ini dilakukan setelah gudang yang biasanya digunakan sebagai masjid menjadi sasaran tindakan rasis warga tak bertanggung jawab.
Yunani adalah negara dengan mayoritas warga menganut Kristen Ortodoks dengan kenangan pahit hampir empat abad di bawah pemerintahan Ottoman Turki. Yunani saat ini menawarkan sebuah masjid baru di dekat perbatasan timur laut dengan Turki, dimana minoritas Muslim asal Turki tinggal.
Awal bulan ini, Harian terkemuka Ta Nea mengatakan pemerintah kemungkinan akan membiayai penyewaan masjid sementara selama enam bulan, yaitu sebuah bangunan tak terpakai di basis angkatan laut di Elaionas, di sentra industri di dekat pusat kota.
Sebuah tempat ibadah yang lebih besar dengan ruang yang cukup untuk 500 orang yang akan dibangun di daerah yang sama pada tahun 2012. Awal bulan ini, umat Islam dilempari telur saat menggelar shalat Idul Adha di tempat terbuka di dekat pusat kota. Pada saat pelaksanaan shalat, warga sengaja membunyikan musik dan klakson mobil dengan keras.
Kemarahan terhadap migran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Apalagi, kesulitan ekonomi membuat mereka berpikir bahwa para migran akan mengambil jatah rezeki mereka. (syf)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua