9 Hari Hilang, Jamaah Banjarmasin Belum Juga Ditemukan
NU Online · Senin, 13 Desember 2010 | 07:24 WIB
Sembilan hari sudah Takeyanie Pacong Wennah Bin Pacong hilang di Madinah, Arab Saudi. Hingga Senin (13/12) ini, jamaah kloter 11 Banjarmasin (BDJ) tersebut belum berhasil ditemukan.
Kepala Pengamanan Daker Madinah Letkol Kasmudi Ikhsamudin Salam menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai usaha untuk menemukan Takeyanie. Tim keamanan antara lain bekerja sama dengan Kementerian Haji Arab Saudi, kepolisian Madinah melakukan pencarian ke berbagai tempat ziarah, dan sekitar Masjid Nabawi. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
/>
"Kita sudah cari ke Masjid Quba, Masjid Qiblattain, Jabal Uhud, tempat-tempat ziarah lain yang mungkin didatangi jamaah, tapi belum berhasil," kata Kasmudi di Kantor Haji Indonesia Madinah, Senin (13/12).
Selain ke tempat ziarah, Takeyanie juga akan dicari ke sejumlah rumah sakit di Madinah. Tim Keamanan akan berkoordinasi dengan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) untuk mengecek kemungkinan pria berusia 62 tahun tersebut berada di RS di Madinah.
Menurut Kasmudi, Takeyanie sudah sering terpisah dari rombongannya saat berada di Makkah. Maka pada Ahad (12/12) kemarin, saat Kasmudi berada di Makkah, ia menyempatkan diri mencari Takeyanie.
Saat berada di Masjidil Haram, kebetulan ada seorang pria yang mirip kakek asal Betung, RT 4 Kec. Kosan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu. Namun ternyata si pria tersebut bukan Takeyanie. "Saya dekati dan saya tanya namanya, ternyata namanya Ridwan, jadi bukan," ujar Kasmudi.
Bila hingga pelaksanaan haji berakhir pada 21 Desember mendatang Takeyanie belum juga ditemukan, kasus akan diserahkan kepada Kementerian Haji Arab Saudi. "Kita serahkan pada Kementerian Haji untuk melakukan pencarian," terang Kasmudi.
Takeyanie terpisah dari kloternya usai melaksanakan salat Isya di Masjid Nabawi, Sabtu (4/12/2010) lalu. Saat itu jamaah dengan paspor V202350 itu meninggalkan tiga kerabatnya yang sedang berbelanja di pertokoan di dekat hotelnya, Retaj Madinah.
Dua hari setelah hilang ia sempat menelepon keluarga di Indonesia dan mengatakan kalau dia hilang. Tapi sekarang teleponnya sudah tidak aktif. Saat terakhir sebelum hilang Takeyanie memakai jaket hitam, celana hitam, peci hitam dan surban warna abu-abu yang dikalungkan di leher. Ia juga bawa tas paspor yang isinya ada uang sekitar Rp 15 juta.(min/Laporan langsung Syaifullah Amin dari Arab Saudi)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua