Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Bagdja menegaskan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menggantikan KH Hasyim Muzadi pada Muktamar ke-32 NU, di Makassar, 22-27 Maret mendatang. Bagdja yang sudah 25 tahun menjadi pengurus PBNU merasa sangat paham dengan problem yang dihadapi NU saat ini.
“Saya sudah 25 di NU, masa kepengurusan Gus Dur selama 15 tahun, pada periode terakhir sebagai Sekjen mendampingi Gus Dur. Sedang pada masa Pak Hasyim ini 10 tahun dengan jabatan Ketua. Jadi, kalau para kiai banyak meminta saya untuk menjadi Ketua Umum, tentu saya harus siap,” kata Bagdja di sela acara pembukaan Festival Hadrah Nusantara dalam rangka pra Muktamar NU, di Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan, Sabtu (20/2).<>
Menurut Bagdja, NU saat ini butuh penataan organisasi yang menyeluruh, karena tantangan yang dihadapi NU semakin berat, baik itu tantangan nasional maupun internasional. “Untuk itu, butuh pembagian wewenang yang jelas, antara Syuriyah dan Tanfidziyah. Syuriyahnya harus diperkuat, sedang Tanfidziyah sebagai pelaksana,” jelasnya.
Selain itu, jelasnya, semua perangkat NU harus berjalan maksimal, mulai Lembaga dan organisasi badan otonom, seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU. “Semua itu harus difungsikan dengan baik. Mereka ada karena dibentuk NU sebagai alat organisasi,” katanya.
Untuk bidang garapan, jelasnya, NU harus lebih maksimal lagi melayani umat, yaitu dalam bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Lebih dari itu, katanya, hubungan kepengurusan NU kedepan harus jelas, mulai dari tingkat pusat hingga bawah. Sebab selama ini banyak kebijakan-kebijakan tidak nyampai ke akar rumput.
“Biasanya, kebijakan pusat hanya sampai pada PC (Pengurus Cabang). Terkadang tidak sampai pada Majelis Wakil Cabang (MWC), apalagi pada Ranting. Kondisi seperti ini dikarenakan ketidakkuatan kepengurusan di tingkat bawah,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Muktamar NU ke-32 di Makasar dinilainya sebagai muktamar yang luar biasa, Muktamar mendatang pesertanya bukan haya dari luar negeri, tapi juga dari luar negeri, yaitu PCI (Pengurus Cabang Istimewa) dari semua benua.
“Pada muktamar nanti banyak tamu dari luar negeri, mulai dari Eropa hingga Amerika, dari Asia hingga Australia dan Afrika,” ungkapnya mantan Ketua Umum PB PMII ini. (mad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
5
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
6
Khutbah Jumat: Membuka Jendela Dunia Melalui Budaya Membaca
Terkini
Lihat Semua