Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, Sabtu (6/3) kembali melontarkan statemen kontroversial. Ia menyebut serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat sebagai kebohongan besar. Demikian laporan media resmi Iran di Teheran.
Ahmadinejad pada beberapa kesempatan telah mempertanyakan versi resmi bahwa "serangan teror" terhadap New York dan Washington dilancarkan oleh gerilyawan Al-Qaida sehingga menewaskan hampir 3.000 orang.<>
"Tanggal 11 September adalah kebohongan besar yang melicinkan jalan bagi serbuan ke Afghanistan dengan dalih memerangi terorisme," kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh media elektronik resmi Iran.
Ahmadinejad juga menggambarkan serangan udara terhadap menara kembar Pusat Perdagangan Dunia (WTC) sebagai satu skenario dan tindakan rumit dinas intelijen.
Pernyataannya disampaikan saat Iran terlibat sengketa dengan negara besar dunia yang dipimpin oleh Amerika Serikat sehubungan dengan program nuklir kontroversial Teheran, dan menghadapi risiko sanksi lebih besar atas pembangkangannya.
Pada Januari, Ahmadinejad mencap serangan 11 September sebagai urusan yang mencurigakan sama dengan Holocaust oleh Nazi Jerman, yang ia tolak sebagai mitos tak lama setelah ia memangku jabatan pada 2005, sehingga menyulut pengutukan luas. (nur)
Terpopuler
1
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
3
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
4
Khutbah Jumat: Memperkuat Akidah di Tengah Munculnya Keraguan tentang Tuhan
5
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
6
Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam
Terkini
Lihat Semua