Depag: Pemicu Disharmoni Kebanyakan Faktor Eksternal
NU Online · Jumat, 18 Desember 2009 | 11:39 WIB
Bangsa ini memiliki akar yang kuat dalam hubungan antara agama untuk mewujudkan hubungan yang harmonis. Namun dalam perjalanan bangsa, hubungan antar agama tidak selalu berlangsung mulus, melainkan terkadang terjadi hal-hal tragis dalam sejarah.
Akan tetapi, pemicu disharmoni antarumat beragama kebanyakan disebabkan oleh faktor eksternal dan bukan dari persoalan agama itu sendiri. Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Agama (Depag) Bahrul Hayat saat membuka rapat koordinasi penanganan masalah keagamaan dan aliran bermasalah di Jakarta, Kamis (17/12).<>
Menurut bahrul, selama ini penyebab disharmonis masalah agama dipilah menjadi tiga, yakni faktor internal, faktor eksternal dan faktor relasi. Pada kKasus-kasus yang muncul seperti di Ambon, Poso dan Sampit bukan disebabkan masalah internal agama itu sendiri, melainkan faktor eksternal.
"Seringkali pemahaman agama yang tidak tepat tidak hanya menimbulkan masalah, juga menjadi pemicu disharmonis kerukunan umat beragama. Apalagi pada setiap agama juga terdapat gerakan liberalisasi dan radikalisasi.Bila timbul masalah ini secara sepintas intern agama, tetapi bisa berdampak keluar sehingga berpengaruh pada terwujudnya disharmonisasi umat beragama,'' papar Bahrul.
Sementara yang terkait faktor relasi adalah seperti tentang penyiaran agama. Karena setiap agama memiliki konsep yang berbeda dalam masalah ini, maka perlu diatur bagaimana lalu lintasnya, agar tercipta hubungan yang harmoni.
"Kehidupan umat beragama yang harmonis dapat dicapai apabila masing-masing memiliki misi dan tujuan yang sama, antara lain menjaga keamanan dan ketertiban. Sebagai bangsa yang besar, sebagian bangsa-bangsa lain menganggap kita menjadi contoh dalam kerukunan hidup beragama. Karenanya mari membangun bangsa yang bermartabat, rukun dan damai,'' tandas Bahrul. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua