Warta

Direktur Persekutuan Injili Internasional Berkunjung ke PBNU

NU Online  ·  Sabtu, 5 Agustus 2006 | 12:01 WIB

Jakarta, NU Online
Presiden Persekutuan Injili Internasional atau World Evangelical Alliance (WEA) Geoff Tunnicliffe melakukan kunjungan ke PBNU untuk sharing dan tukar pendapat mengenai berbagai masalah keagamaan dan sosial yang saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat. Jum’at (4/8).

Mewakili PBNU dalam hal ini adalah HM Rozy Munir dan Dr. Bina Suhendra. Sejumlah pengurus Persekutuan Injili Indonesia yang menemani Tunnnicliffe adalah Pdt. Dr. P. Octavianus, Mayjen TNI (pur) Pranowo, Pdt. Dr. Ir. Bambang Widjaja MA, Pdr, Dr. Solfianus Reimas, Pdt. Ronny Mandang, Pdt. Ronny Sigarlaki, SH dan Pdt. Drs. Ign Dachlan Setiawan, MA.

<>

Persekutuan Injili merupakan salah satu ordo dari Kristen Protestan yang memiliki pengaruh cukup luas. Mereka telah memiliki jaringan di 127 negara dan 107 keanggotaan organisasi internasional di seluruh dunia. Secara keseluruhan, terdapat 430 juga umat Kristiani Protestan yang ada di seluruh dunia. WEA berpusat di Richmond BC Canada.

Dalam kunjungannya yang pertama kali ke Indonesia ini, Tunnicliffe menjelaskan bahwa misinya di Indonesia adalah menjalankan program pengentasan kemiskinan, pemberantasan HIV/AIDS termasuk human trafficking.

Sementara itu Rozy Munir menjelaskan bahwa NU telah memiliki beberapa program pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberantasan Narkoba bekerjasama dengan Colombo Plan dan Badan Narkotika Nasional. NU juga terlibat aktif dalam berbagai aktifitas untuk membantu korban bencana alam yang saat ini terus melanda Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Persekutuan Injili Indonesia Pdt Dr. Ir. Bambang Widjaja, MA menyampaikan terima kasihnya atas hubungan baik yang selama ini terbina antara NU dengan kelompok minoritas di Indonesia. Barisan Serba Guna (Banser) selama ini juga turut menjaga keamanan lingkungan sekitar gereja pada saat hari Natal dan tahun baru.

Dukung Libanon

Tunnicliffe juga mengungkapkan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Libanon dan Palestina karena apa yang telah dilakukan oleh tentara Israel sudah termasuk kategori genoside atau pembunuhan massal. Untuk itu ia mengaku telah melakukan sejumlah lobi di Washington agar segera tercipta perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Gereja Injili Indonesia yang akan melaksanakan kongres pada Oktober mendatang juga mendukung gerakan moral nasional yang dilakukan oleh sejumlah tokoh agama dan nasional yang dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. (mkf)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang