Fungsi Kepekaan Sosial dalam Mendekati Tuhan
NU Online · Selasa, 15 September 2009 | 10:00 WIB
Manusia sebagai mahluk sosial yang hidup bermasyarakat tentu tidak dapat mengingkari kenyataan perbedaan yang ada di sekitarnya. Bagi mereka yang menginsafi diri, tentu dapat bersyukur jika dirinya memiliki kelebihan rezeki dibandingkan dengan orang lain.
Orang mukmin yang bersyukur atas kelebihan rezekinya, adalah mereka yang bersedia membaginya dengan orang-orang di sekeliling yang kurang beruntung secara duniawi. Di sini Puasa Ramadhan memiliki peranan penting dalam memicu kepekaan sosial demi mencapai Keridhoan Allah SWT.<>
Demikian dinyatakan Ustadz Sulhan dalam ceramahnya di hadapan ratusan jamaah buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) di GedunG PBNU Jl. Kramat raya 164 Jakarta.
"Di sini puasa Ramadhan berfungsi untuk memicu kepekaan sosial oleh pribadi-pribadi Muslim yang memiliki kelapangan Rizki. Atas berkah Ramadhan, mereka menjadi tergugah, untuk membantu saudaranya yang sedang kesulitan. Terutama dalam persiapan menghadapi Idul Fitri, terang Sulhan.
Lebih lanjut Sulhan menjelaskan, kepekaan ini merupakan amanah Allah yang harus dijalani oleh manusia. Dalam bentuk perintah wajib, kepakaan tersebut berbentuk zakat. Sedangkan shodaqoh dan infaq adalah kepekaan yang bersifat sunnah. (min)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua