Tomohon, NU Online
Mantan Presiden, Gus Dur mengatakan, bangsa Indonesia harus berbenah menyikapi berbagai hal yang meresahkan dan mengoyak rasa kebangsaan.
Penegakan hukum menjadi inti melakukan pembenahan dalam kehidupan berbangsa, kata Gus Dur ketika tampil sebagai pembicara pada Diskusi "Orientasi Kebangsaan", Jumat, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut).
<>Diskusi yang berlangsung di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, juga menampilkan pembicara mantan Ketua DPR-RI, Akbar Tanjung, dihadiri para tokoh agama dan tokoh masyarakat di daerah tersebut.  Â
Gus Dur mengatakan, pemberlakuan penegakan hukum harus disamakan kepada semua warga bangsa Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, suku atau ras.
Dengan gaya khasnya, Gus Dur memberikan contoh penegak hukum disalah satu daerah, kepolisan tidak bisa berbuat banyak menghadapi masa membawa peralatan berbahaya yang nyata-nyata telah mengganggu ketertiban.
"Kalau saya Kapolres, saya tangkap semua warga yang mengganggu ketertiban itu, tetapi apa jawaban Kapolres, mereka kalah jumlah personel, "kata Gus Dur, disambut suara riuh peserta diskusi tersebut.
Begitu juga disalah satu daerah lainnya, Polisi menangkap sekitar180 warga, tanpa mengetahui sebab-sebab penangkapan, kata Gus Dur, sambil menambahkan, seharusnya polisi harus tahu dulu sebab penangkapan itu.
Menurut Gus Dur, pengalaman tersebut menunjukan soal pemahaman hukum dari aparat hukum sendiri belum memadai.
Pada kesempatan itu, Gus Dur, juga mengkritisi aksi-aksi yang dilakukan sejumlah organisasi tertentu memanfaatkan nama Islam dan justru meresahkan bangsa, hanya dibiarkan begitu saja oleh pemerintah.
Mengenai kerukunan antar umat beragama, Gus Dur mengatakan, sejak dulu perbedaan agama tidak menjadi hambatan untuk menjaga kebersamaan umat Kristen dan Islam. Kehidupan antar keduanya berjalan harmonis.
Tapi, anehnya perbedaan agama sekarang ini mulai dipersoalkan, padahal perbedaan di Indonesia merupakan suatu kekayaan untuk bersama-sama menuju cita-cita suatu bangsa.(ant/mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
6
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
Terkini
Lihat Semua