Warta PULAU-PULAU KECIL RIAU

Gus Dur: Jangan Sampai Bernasib Seperti Sipadan-Ligitan

NU Online  ·  Selasa, 8 Agustus 2006 | 04:49 WIB

Jakarta, NU Online
Mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengusulkan agar DPR membentuk komisi independen yang bertugas meneliti segala hal yang terkait dengan pulau-pulau kecil yang ada di Riau menyusul adanya penjualan pasir dari sejumlah pulau tersebut ke luar negeri.

Kepada pers di Jakarta, Senin (7/8), Gus Dur menyatakan, persoalan pulau-pulau kecil tersebut perlu mendapat perhatian serius sejak dini guna menghindari kemungkinan buruk di masa mendatang, terutama pulau yang berada di kawasan perbatasan dengan negara tetangga.

<>

"Kalau tak dibenahi dari awal nasibnya akan sama dengan Ligitan dan Sipadan atau Ambalat yang merupakan kawasan kaya minyak di Kalimantan Timur," kata Gus Dur di sela-sela syukuran atas kepulangannya dari berobat di Thailand.

Sementara dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan Adhie M Massardi, Gus Dur menyebutkan, penjualan pasir dari pulau-pulau yang ada di Riau merupakan persoalan serius yang memerlukan penyikapan serius pula karena itu terkait dengan perluasan sejumlah kawasan di kepulauan Riau.

"Apabila ini diteruskan maka keseimbangan sumber-sumber alam kita akan terganggu perimbangannya. Umpamanya saja, habisnya pasir laut di sejumlah pulau akan merusak terumbu karang yang ada," kata Gus Dur.

Selain itu, pengerukan pasir laut di sekitar pulau-pulau kecil tersebut juga akan mengakibatkan pulau-pulau tersebut hanyut dibawa air ke Selat Malaka dan itu telah terjadi pada beberapa pulau.

"Sudah ada tiga pulau yang hanyut ke Selat Malaka," katanya. Oleh karena itu, Gus Dur menilai perlunya dibentuk komisi independen yang antara lain bertugas menginventarisasi pulau-pulau yang ada.

Tim independen tersebut, menurut Gus Dur, bisa terdiri atas berbagai unsur seperti LSM, kalangan intelektual, wakil dari kalangan profesi serta wakil masyarakat. Gus Dur sendiri mengajukan beberapa nama untuk masuk dalam komisi independen tersebut antara lain Mohammad Sobary, Arbi Sanit dan Ismid Hadad dari LSM Lingkungan. (ant/nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang