Mantan presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Palestina dan Israel sebaiknya berdamai. Keduanya tidak perlu terus melanjutkan konflik.
Demikian dinyatakan Gus Dur di Jakarta, Sabtu (10/1). Menurutnya, konflik berkepanjangan di antara kedua belah pihak hanya akan menambah persoalan menjadi semakin sulit untuk diatasi.<>
"Konflik yang berkepanjangan di antara keduanya hanya akan membuat posisi keduanya semakin sulit di mata dunia internasional. Toh semua orang juga mengerti, konflik ini hanyalah sebagai ajang mengumbar kesombongan di antara pemimpin kedua belah pihak," katanya.
Lebih lanjut Gus Dur menambahkan, konflik yang berkelanjutan juga mempersulit posisi negara-negara tetangga mereka. Mesir adalah pihak luar yang laing dibuat bingung, karena pintu bantuan ke Palestina melewati wilayahnya.
"Dengan adanya konflik ini, Mesir ditempatkan pada posisi yang paling sulit. Di satu sisi dia tidak mungkin memihak Israel, namun di sisi lain, ia terikat perjanjian damai dengan Israel sehingga tidak dapat membela Palestina," terang Gus Dur.
Menyinggung tentang dampak konflik ini secara intern bagi pemeintah Israel, Gus Dur menjelaskan, konflik ini dapat saja menjadi bumerang bagi pemerintah Israel sendiri. Konflik ini membuat pemerintah Israel dibenci oleh rakyatnya sendiri. (min)
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
6
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua