Ratusan warga Jalur Gaza berangkat ke Makkah, Jumat, untuk ibadah haji tahunan, setelah Hamas dan Fatah mengesampingkan perselisihan mereka untuk menyetujui daftar 4.500 peserta perjalanan itu.
Israel juga membolehkan pengiriman vaksin ke Gaza untuk menangkal virus flu H1N1, guna melindungi jamaah dari penyakit flu babi. Vaksinasi dilaksanakan ketika jamaah masuk Mesir melalui perlintasan Rafah di ujung selatan jalur itu.<>
Warga Palestina dari Gaza tidak dapat melakukan ibadah haji tahun lalu karena perselisihan antara kedua gerakan politik penting Palestina itu. Kelompok Islam Hamas merebut kekuasan jalur pantai miskin itu pada 2007 dan mengusir para anggota kelompok sekuler Fatah.
Meskipun ada satu tahun penengahan Mesir, kedua kelompok itu tidak berusaha untuk mendamaikan perbedaan mereka atau bahkan menyetujui mengenai jadwal langkah-langkah ke arah berakhirnya perbedaan prinsip. Namun pemerintah yang dipimpin-Fatah di Tepi Barat dan pemerintah Hamas di Gaza telah berusaha untuk menyetujui daftar nama untuk diajukan pada pemerintah Arab Saudi yang menyelenggarakan ibadah haji.
Sami Abdallah, 34, warga Gaza, berharap kerja sama Hamas-Fatah dapat menjadi model untuk menyembuhkan pembelahan politik yang telah memecah-belah Palestina. "Saya minta mereka untuk mengakhiri pembagian itu atau membiarkan kami sendiri," tegas Abdallah, yang menyertai ibunya dalam ibadah haji itu. (ant)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua