Karena dianggap mengganggu ketenangan tempat ibadah di sekitarnya, sebuah tempat hiburan malam yang berada di pinggiran Sungai Deli Medan didemo oleh sekelompok ibu-ibu pengajian, Jum'at (4/2). Berbagai kegiatan yang dilakukan di lokasi hiburan malam tersebut diperkirakan sangat mengganggu, bahkan dikhawatirkan merusak mental generasi muda.
Selain menuntut penutupan operasional lokasi hiburan malam itu, para demonstran juga mendesak Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk menegur pejabat Dinas Budaya dan Pariwisata setempat yang dinilai tidak mampu menertibkan tempat hiburan malam. Para Demonstran bahkan menduga adanya oknum pejabat "memback-up" pemilik tempat hiburan malam itu sehingga bebas beroperasi.
gt;
Anggota kelompok pengajian "Mathlaul Anwar" berunjuk rasa di depan lokasi hiburan malam "Delta" di Jalan Juanda Medan, Jumat, menuntut penutupan operasional tempat itu yang dianggap sebagai tempat kegiatan maksiat.
Pimpinan aksi kelompok pengajian "Mathlaul Anwar" Nila Shintiawaty mengatakan, berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, tempat hiburan itu menjual minuman keras dan menyediakan wanita penghibur.
Karena itu, pihaknya sangat mengharapkan instansi terkait, khususnya Pemkot Medan untuk segera menutup operasional tempat hiburan malam tersebut.
Usai menyampaikan orasi, anggota kelompok pengajian Mathlaul Anwar melakukan doa bersama di halaman parkir tempat hiburan malam itu sambil membaca ayat suci Alquran dan Sholawat Badar. (ful)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua