Imam Masjid Al-Quds: Dengan Dukungan NU, Palestina Merdeka
NU Online · Selasa, 19 Januari 2010 | 02:38 WIB
Keberadaan Indonesia sebagai kekuatan terbesar Islam di dunia telah dimaklumi oleh dunia internasional. Karenanya, bangsa Palestina sangat berharap dukungan dari kaum muslimin Indonesia dalam perjuangan melawan penjajahan Israel yang tidak mengenal batas kemanusiaan.
Demikian dinyatakan Syeikh Qahir Hamud, Imam Masjid Al-Quds sebelum dikuasai Israel. Pernyataan ini disampaikan Qahir saat menyambut misi perdamaian PBNU di markasnya di kawasan Lebanon Selatan yang berbatasan dengan Israel dan Palestina.<>
Selanjutnya Qahir Hamud berharap NU sebagai kekuatan Islam terbesar di Indonesia terus memberikan dukungan pada rakyat Palestina, seperti senantiasa mengingatkan pemerintah Indonesia agar peduli terhadap nasib bangsa Palestina yang terusir dari tanah airnya.
”Kehidupan rakyat Palestina semakin sulit, terutama setelah penutupan Jalur Gaza oleh Amerika, Israel dan Mesir. Pertanian rakyat diganggu dan masuknya barang dihalangi. Akibatnya, kehidupan sosial dan ekonomi semakin sulit,” terang Qahir.
Menjawab harapan Imam Al-Quds tersebut, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan, persoalan Palestina bukan hanya persoalan bangsa Palestina sendiri atau persoalan bangsa Arab saja, tetapi telah menjadi bagian dari persoalan umat Islam se dunia termasuk Indonesia.
”Karena itu, baik diminta atau tidak umat Islam Indonesia akan selalu mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina yang merupakan bagian penting dari penciptaan perdamaian dunia,” tutur Hasyim.
Menurut Hasyim, asal usul konflik yang terjadi harus diselesaikan dari pangkalnya. Inti perang adalah ketidakadilan, penindasan dan penghisapan yang dikendalikan oleh kapitalisme global.
”Apa yang dilakukan sekarang adalah mencari strategi paling efektif dalam melakukan perjuangan untuk bangsa Palestina dari penjajahan Israel. Dan kuncinya adalah persatuan antar umat Islam,” tandas Hasyim.
Menurut catatan sejarah, NU telah peduli dengan nasib bangsa Palestina sejak tahun 1936 jauh sebelum Israel betul-betul menguasasi seluruh tanah suci ketiga umat Islam itu. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
5
PBNU Terbitkan Pedoman Pelaksanaan Hari Santri 2026
6
Kelas Publik Dekolonisasi Bahas Cara Melepas Pengaruh Kolonial dalam Kehidupan
Terkini
Lihat Semua