Januari 2009, BBM Mengikuti Harga Pasar
NU Online Ā· Jumat, 4 Juli 2008 | 03:33 WIB
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap sampai pada penghapusan subsidi merupakan konspirasi elit pemerintah Indonesia dengan Bank Dunia.
Desember 2008 adalah batas akhir subsidi BBM yang dilakukan pemerintah dengan merujuk perjanjian pinjaman Indonesia pada Bank Dunia, dan pada Januari 2009 harga BBM di Indonesia akan mulai mengikuti harga pasar dunia.<>
āPerjanjian antara pemerintah Indonesia dan Bank Dunia 4712-IND memberikan pagu pinjaman sebesar US$ 141 juta mewajibkan Indonesia tunduk pada Bank Dunia,ā kata ekonom Tim Indonesia Bangkit Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, Kamis (3/7).
Ia menambahkan perjanjian tersebut juga menegaskan pentingnya pemerintah untuk mendesak masyarakat agar menerima alasan kenaikan harga BBM dan sektor energi agar sesuai mekanisme pasar.
Perjanjian itu juga akan memaksa pemerintah menetapkan pasokan dan distribusi listrik di Jawa-Bali menurut harga komersial.
Dengan demikian merujuk pada perjanjian tersebut dan sesuai dengan Letter of Intent (LoI) IMF-Indonesia 1999, anjuran USAID 2001, nasihat ADB, maka harga BBM dan listrik Jawa Bali akan tunduk pada hukum permintaan dan penawaran (mekanisme pasar).
Hal ini akan memberi dampak yang luar biasa karena bukan saja akan terjadi ledakan kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga kesenjangan sosial akan makin menganga. Ketahanan ekonomi Indonesia pun akan semakin rapuh baik dari segi penyediaan kebutuhan maupun dari segi stabilisasi.
Ia menyatakan apa yang akan dilakukan pemerintah Yudhoyono-Kalla ini justru bertentangan dengan UUD'45, khususnya Pasal 23 Ayat 1, 27,31, 33 dan 34. Pemerintah sebaiknya tidak mengutamakan tekanan lembaga-lembaga internasional dan sebaiknya memprioritaskan kepentingan masyarakat.
āJika pemerintah memaksakan kehendaknya, ini akan menjadi badai sosial-ekonomi-politik,ā katanya. āBadai ini yang bisa menjadi katalisator instabilitas di Tanah Air.ā (SH/nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
5
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua