Kanselir Jerman, Angela Merkel, merasa tidak perlu melarang menara masjid seperti di Swiss. Pada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung, Sabtu (18/9) Merkel mengatakan Jerman berubah karena integrasi orang asing dan masjid 'semakin menjadi bagian dari pemandangan Jerman'.
Gelombang penolakan membangun menara masjid yang sempat menerpa Swiss beberapa bulan lalu memang sempat mengemuka di Jerman. Baru-baru ini, mayoritas warga Jerman di wilayah Volklinger yang berbatasan dengan Prancis menolak pendirian menara sepanjang 8 meter di sebuah masjid di wilayah itu.
/>
Namun Merkel menegaskan kaum pendatang memiliki hak dan kewajiban sama seperti lainnya, dan oleh karena itu juga boleh membangun rumah-rumah ibadah mereka. Merkel mengakui masih adanya masalah sekitar integrasi warga Muslim dan mendorong semua orang untuk 'menyebutnya sebagai kekurangan".
Kanselir Jerman itu mengatakan, orang hanya bisa berintegrasi apabila mereka turut dalam kursus-kursus bahasa, bersikap toleran, dan menghormati orang lain yang memiliki kepercayaan serta kebiasaan yang berbeda. (syf)
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
3
Karhutla Belum Reda, Rais Aam PBNU Ajak Masyarakat Terus Berdoa agar Musibah Segera Berakhir
4
Dua Tahun Pimpin RI, Prabowo Klaim Pemerintahannya Hasilkan Kerja Nyata
5
Prabowo Minta Usut Pembakar Hutan: Ini Terorisme Lingkungan dan Kejahatan Kemanusiaan
6
Khutbah Jumat: Krisis Integritas, Ketika Dosa Dianggap Biasa
Terkini
Lihat Semua