Warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) yang berada di kampus pertanian terbesar di Asia Tenggara, Institut Pertanian Bogor (IPB) akan memilih para pemimpin baru yang dapat mengembangkan sektor pertanian, sebagai sektor paling vital dalam kehidupan manusia, serta sektor pendidikan dan ekonomi.
āKami berharap Pilkada menghasilkan pemimpin yang mampu mewujudkan visi IPB dalam melakukan revitalisasi pertanian untuk kesejahteraan masyarakat. Pertanian harus menjadi leading sector dalam pembangunan,ā kata Sekretaris Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Pascasarjana IPB, Fitri Hasanah, melalui siaran pers, Selasa (15/7).<>
āHal ini sejalan dengan posisi kami sebagai warga Nahdliyin, di mana kebanyakan petani adalah orang NU,ā tambahnya.
Hal senada diutarakan oleh Saepul Millah, mahasiswa S2 Program Studi Penyuluhan Pembangunan (PPN) Pascasarjana IPB. Menurutnya, penting memilih pemimpin yang memiliki keberpihakan terhadap pengembangan multi sektor yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak.
āSelama ini di Bogor sendiri, baik kabupaten maupun kota, sektor pertanian dianaktirikan. Bupati dan walikota incumbent tidak berpihak pada sektor ini. Sedangkan pesantren yang jumlahnya mencapai 800-an buah juga tidak pernah disentuh sehingga semakin stertinggal,ā tegas Saepul yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah Ciomas.
āKami akan mendukung penuh kader NU menjadi Bupati dan Walikota, sejauh memiliki keberpihakan terhadap nasib masyarakat miskin dan semua komunitas yang selama ini dimarjinalkan pembangunan,ā katanya. (hir)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
5
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua