Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi
NU Online · Jumat, 22 Juni 2007 | 03:22 WIB
Negosiator nuklir Iran Ali Larijani, Kamis (21/6), mengatakan kepada kekuatan-kekuatan dunia bahwa satu-satunya cara mengatasi krisis nuklir Iran adalah melalui jalur perundingan dan bukannya penjatuhan sanksi.
Namun Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, penjatuhan sanksi adalah langkah terbaik bagi Iran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya. AS mendesak Iran untuk merubah "ranah kontroversial" nya. AS dan sekutu-sekutunya menuduh program nuklir Iran adalah untuk pembuatan senjatan pemusnah massal.<>
"Dengan resolusi (DK PBB), mereka tidak dapat menghentikan keinginan Iran, namun mereka bisa mencapai solusi melalui negosiasi-negosiasi," terang Larijani.
AS sebelumnya mengatakan, pihaknya bersama lima anggota kekuatan dunia lainnya (Inggris, Rusia, Perancis, German, dan China) telah mulai membahas sejumlah sanksi kepada Iran atas program nuklirnya.
Iran berulang kali mengatakan tekanan apapun tidak akan mampu menghentikan program nuklirnya untuk tujuan damai yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.
"Kata-kata kasar terhadap bangsa Iran akan menuai respon yang lebih kuat...jika mereka berbicara dengan lembut dan logis, ini adalah demi keuntungan mereka sendiri," kata Larijani dalam pidatonya di Tehran beberapa waktu lalu.
Sumber Reuters melaporkan, Larijani dijadwalkan akan bertemu dengan Ketua Badan Pengawas Atom PBB Mohamed ElBaradei di Wina pada Jumat dan Javier Solana di Lisbon, Sabtu.
Pertemuan terakhir antara Larijani dan Solana di Madrd bulan lalu, tidak menghasilkan terobosan atas isu nuklir Iran dan mendesak kekuatan-kekuatan Barat untuk memperingatkan Iran menghadai sanksi keras.
Larijani mengatakan: "Negara-negara yang biasa berpikir bahwa dengan mengeluarkan sejumlah resolusi kepada kita, kita akan mundur. Namun realitasnya adalah bahwa kita sedang memperjuangkan hak-hak kita." (dar)
Terpopuler
1
PBNU Matangkan Materi Kaderisasi, Targetkan Pengkaderan Lebih Singkat dan Efektif
2
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Guru lan Tiyang Sepuh Kalih, Pahlawan Kita Sedaya
3
Ketum Pagar Nusa Nabil Haroen Turut Resmikan Russian Space di Masjid Istiqlal, Dorong Diplomasi Kebudayaan
4
Keutamaan dan Bacaan Dzikir Setelah Shalat Lima Waktu
5
YLBHI Desak Pemerintah Batasi Kewenangan Polri Usai Kasus Penyadapan Ilegal
6
Terima Kunjungan PP Fatayat NU, Gus Kikin: Perkuat Persatuan dan Kecintaan pada Organisasi
Terkini
Lihat Semua