Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) membagi-bagikan jadwal waktu sholat yang berlaku abadi kepada para perwakilan pengurus Masjid dan Musholla di Jakarta Selatan. Penyerahan jadwal ini dilakukan dalam acara penutupan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid Al-Munawwaroh Yayasan Wahid Hasyim Ciganjur, Ahad (30/1).
Penyerahan jadwal kepada 80-an Masjid dan Musholla di Jakarta Selatan ini dilakukan secara simbolik oleh Pembina Yayasan Wahid Hasyim Ibu Nyai Hj. Aisyah Hamid Baidhowi kepada perwakila peserta pelatihan. Selain itu, para peserta Pelatihan Pemulasaraan Jenazah juga mendapatkan sertifikat dari LTMNU.<>
"Kami sebagai pengurus LTMNU sangat berterima kasih kepada para pengurus Masjid al-Munawwaroh dan Yayasan Wahid Hasyim yang telah memfasilitasi LTMNU dalam menjalankan program-programnya. Kami berharap jadwal yang diberikan dapat diletakkan secara stategis di Masjid-masjid atau Musholla-musholla untuk menegaskan identitas ke-NU-an," tutur Sekretaris LTMNU Ibnu Hazen saat pembagian.
Sementara itu, para peserta pelatihan menyatakan sangat berterimakasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara pelatihan. Mereka berharap pelatihan pelatihan serupa dapat digelar di tempat-tempat lain.
"Kami menerima sangat banyak ilmu yang sudah tentu akan sangat berguna dalam waktu dekat. Dengan pelatihan ini, kami mengerti bahwa para ulama NU tidak saja menjalankan tradisi, melainkan juga memiliki dasar-dasar syariah dalam beribadah dan melayani masyarakat, termasuk dalam soal kepengurusan jenazah," tutur Ibu Maryati salah seorang peserta pelatihan.
Selain dilatih tatacara menangani jenazah, para peserta juga dibekali dengan ilmu-ilmu ke-NU-an lainnya, seperti cara menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar hal-hal yang dituduh sebagai bid'ah dan lain-lain. (min)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
4
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
5
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
6
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
Terkini
Lihat Semua