Mahasiswa Al-Azhar Patahkan Klaim PKS Bantu Revolusi Mesir
NU Online · Sabtu, 5 Februari 2011 | 07:09 WIB
Sekjen PKS Anis Matta mengklaim kalau kadernya membantu perjuangan revolusi rakyat Mesir. Anis, yang juga Wakil Ketua DPR menyebut ada 600 kadernya bertahan dan membantu menyediakan logistik. Namun klaim Anis itu dipatahkan.
"Itu tidak benar, tidak ada warga Indonesia yang membantu menyediakan makanan bagi demonstran," kata Mahasiswa S2 Al-Azhar, Samsul Ardika, Sabtu (5/2).r />
Samsul yang mengambil jurusan Ushuludin dan sudah 2 tahun di Kairo ini menjelaskan, sangat riskan bagi warga negara asing ikut membantu atau sekedar menyediakan makanan.
"Mendekati demonstran saja tidak boleh. Jadi tidak logis itu pernyataannya," terang Samsul seperti dilansir situs detik.com.
Samsul kini membantu KBRI dalam mengevakuasi sejumlah WNI yang berada di luar kota Kairo. Dia menambahkan, warga asing akan sulit untuk membantu atau mendekati pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir karena adanya militer.
"Begini ya, pejabat KBRI saja mau membawakan makanan untuk dibawa ke kantor untuk kebutuhan sehari-hari diperiksa ketat. Bagaimana kalau membawa untuk demonstran? Bisa ditembak," tambahnya.
Samsul menambahkan, kini WNI umumnya berdiam di rumah, sesuai imbauan KBRI dan bagi yang mau segera dievakuasi. "Setahu saya kader PKS banyak juga yang sudah pulang ke Indonesia," tutupnya. (min)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua